Jakarta, hotfokus.com
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan strategi pelindungan terbaik bagi para pekerja migran hanya lewat penguatan kompetensi.
“Menempatkan tenaga kerja tanpa keahlian (unskilled) hanya akan memperbesar risiko keamanan dan kerentanan di negara tujuan,” kata menteri, dalam keterangan yang dilansir Jumat (17/4/2026).
Karenanya, ia menegaskan fokus utama kebijakan KP2MI dialihkan sepenuhnya pada pengiriman skilled workers khususnya untuk level menengah (middle) hingga tinggi (high skill) guna meminimalisir risiko keamanan.
Langkah ini sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penempatan sebanyak 500.000 pekerja migran ahli.
Data SIP2MI per 15 April 2026 mencatat ada 327.658 peluang kerja di luar negeri. Namun, penyerapan saat ini baru mencapai 69.187 posisi (21,12 persen)
“Masih terdapat 258.471 peluang kerja atau sekitar 78,88 persen yang terbuka lebar. Ini tanggungjawab kita bersama untuk menyiapkan SDM yang kompeten agar peluang ini tidak terbuang sia-sia dan diisi melalui jalur yang legal serta aman,” tandas menteri.
Karena itu, Kementerian P2MI kini memfokuskan kinerjanya pada pembangunan ekosistem perlindungan yang terintegrasi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Pendekatan komprehensif ini mencakup fase pra penempatan melalui penguatan pendidikan vokasi dan upskilling, perlindungan hak serta keamanan selama masa bekerja di luar negeri. (bi)
Leave a comment