Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menutup tahun 2025 dengan sejumlah pencapaian strategis yang memperkuat perannya dalam menjaga pasokan energi nasional. Hasil tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta.
Mengangkat tema One Purpose, One Energy: Strengthening Energy Independence, perusahaan menegaskan fokusnya untuk mendukung ketahanan energi Indonesia melalui peningkatan kinerja operasi, tata kelola yang semakin baik, serta program keberlanjutan yang memberi dampak bagi masyarakat.
Sepanjang tahun lalu, PHR membukukan produksi minyak rata-rata sebesar 151,55 ribu barel per hari. Sementara itu, produksi gas mencapai 33,48 juta standar kaki kubik per hari. Secara keseluruhan, produksi setara migas tercatat sebesar 157,33 ribu barel minyak ekuivalen per hari.
Untuk menjaga tingkat produksi, perusahaan menjalankan berbagai program pengembangan lapangan. Pada periode tersebut, PHR menyelesaikan pengeboran satu sumur eksplorasi, 505 sumur pengembangan, dan 319 kegiatan Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL). Berkat upaya tersebut, perusahaan berhasil membukukan KPI Audited sebesar 106,69 persen.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, menilai capaian tahun 2025 mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kinerja sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor hulu migas.
Di sisi operasional, PHR terus mengandalkan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan efektivitas kerja. Perusahaan juga memperkuat implementasi aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) serta mengembangkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) guna mengoptimalkan potensi lapangan migas yang telah lama berproduksi.
Kinerja operasional yang solid turut tercermin pada aspek keuangan. Pendapatan usaha perusahaan mencapai USD 3,24 miliar pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD 3,05 miliar.
PHR juga mencatat laba bersih sebesar USD 898,72 juta. Sementara total aset perusahaan mencapai USD 5,94 miliar dan ekuitas tercatat sebesar USD 3,44 miliar.
Dalam bidang keselamatan kerja, perusahaan membukukan lebih dari 69,26 juta jam kerja selamat selama 2025. Komitmen terhadap pengelolaan lingkungan juga mendapat pengakuan melalui tiga penghargaan PROPER Hijau yang diraih wilayah operasi Bekasap Rokan, Duri Steam Flood, dan Minas Siak.

Selain fokus pada bisnis inti, PHR menjalankan 23 program Community Involvement and Development (CID) dengan total anggaran USD 1,69 juta. Program tersebut mencakup pelestarian gajah Sumatra, pencegahan stunting, penguatan pendidikan vokasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Dari sisi tata kelola, perusahaan mencatat peningkatan skor Good Corporate Governance (GCG) menjadi 80,791 dengan predikat baik. Laporan keuangan PHR juga kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang menunjukkan pengelolaan keuangan perusahaan berjalan secara akuntabel dan sesuai standar yang berlaku.

Berbagai capaian tersebut semakin mengukuhkan posisi PHR sebagai salah satu kontributor utama industri hulu migas Indonesia sekaligus pendukung penting bagi upaya mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional. (*)
Leave a comment