Jakarta, hotfokus.com
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkap ketahanan energi menjadi prasyarat utama berkibarnya ekonomi digital, termasuk berbagai teknologi seperti pusat data (data center), quantum computing dan AI.
“Indonesia memiliki keunggulan berupa sumber energi domestik, potensi energi surya serta konektivitas digital yang terus berkembang sehingga menjadi modal penting dalam mempercepat transformasi digital nasional,” kata menko, saat membuka Digital Transformation Indonesia (DTI) Series 2026, Rabu (5/8/2026).
Karenanya, pengembangan ekonomi digital harus didukung pondasi infrastruktur yang kuat, khususnya di sektor energi.
Menko menjelaskan transformasi digital kini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi global sekaligus membuka peluang baru untuk meningkatnya investasi, produktivitas dan daya saing nasional.
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, Airlangga mengaku memerlukan mesin pertumbuhan baru (new growth engine) yang bertumpu pada pengembangan data center, AI, industri semikonduktor dan talenta digital.
Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dalam pengembangan pusat data karena didukung ketersediaan lahan, energi, air, serta konektivitas digital yang semakin baik melalui jaringan serat optik maupun satelit.
Di sektor semikonduktor dan talenta digital, pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Kerjasama dengan Arm diarahkan untuk mencetak 15.000 insinyur (engineers) dalam tiga tahun ke depan. Selain itu juga mendorong meningkatnya kapasitas SDM digital melalui kerjasama internasional, termasuk rencana membuka kampus Indian Institute of Technology di Indonesia untuk memperkuat ekosistem talenta digital nasional. (bi)
Leave a comment