Home NASIONAL KDKMP Jadi Senjata Baru Lawan Tengkulak, Zulhas: Petani Bisa Jual Lebih Mahal!
NASIONAL

KDKMP Jadi Senjata Baru Lawan Tengkulak, Zulhas: Petani Bisa Jual Lebih Mahal!

Share
KDKMP jadi senjata baru lawan tengkulak. Zulhas sebut petani bisa jual hasil panen dengan harga lebih tinggi dan stabil.
Share

Jakarta, hotfokus.com

Langkah pemerintah membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai menunjukkan arah jelas. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan koperasi ini dirancang sebagai solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak sekaligus memutus dominasi tengkulak.

Menurut Zulhas, Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian besar pada penguatan ekonomi desa. Fokus utamanya yaitu memangkas rantai pasok yang selama ini terlalu panjang dan merugikan produsen di tingkat bawah.

Ia menjelaskan, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai lembaga distribusi, tetapi juga bertindak sebagai pembeli langsung hasil panen dan ternak masyarakat. Dengan skema ini, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak yang kerap menekan harga.

“Tujuannya membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa. Koperasi ini bisa memotong jalur distribusi panjang dan sekaligus menjadi offtaker hasil produksi warga,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Lebih lanjut, KDKMP akan menyerap hasil produksi desa dengan harga yang lebih kompetitif. Bahkan, ketika harga pasar anjlok, koperasi tetap hadir sebagai penyangga.

Zulhas mencontohkan skema harga gabah. Jika pemerintah menetapkan harga Rp6.500 per kilogram, namun harga di lapangan turun di bawah angka tersebut, koperasi akan langsung membeli hasil panen petani sesuai harga acuan.

Dengan mekanisme ini, petani tetap memperoleh keuntungan dan tidak terjebak dalam fluktuasi pasar yang merugikan. Kehadiran KDKMP sekaligus membuka peluang terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat dan mandiri.

Model koperasi sebagai offtaker ini dinilai menjadi kunci untuk memperpendek distribusi, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan posisi tawar petani di pasar. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Tekan Emisi & Konsumsi BBM, Menperin dan Menkeu Bahas Insentif ‘Kuda Besi’ Listrik

Jakarta, hotfokus.com Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menteri Keuangan (Menkeu),...

Harga pupuk dunia melonjak 40%, tapi RI turunkan 20%. Ini strategi Prabowo jaga produksi pangan nasional.
NASIONAL

Harga Pupuk Dunia Naik 40%, Prabowo Malah Turunkan 20%! Ini Strategi RI Hadapi Krisis

Jakarta, hotfokus.com Di saat harga pupuk global melonjak lebih dari 40%, Indonesia...

Produksi beras Semester I 2026 naik jadi 19,31 juta ton. BPS sebut tren stabil dengan potensi peningkatan hingga Juni.
NASIONAL

Produksi Beras Semester I 2026 Naik! BPS Beberkan Angka, Tembus 19,31 Juta Ton

Jakarta, hotfokus.com Kabar baik datang dari sektor pangan nasional. Badan Pusat Statistik...

NASIONAL

Geopolitik Global Masih Panas, Sektor Manufaktur Terpangkas

Jakarta, hotfokus.com Menyusul masih memanasnya geopolitik global memicu terganggunya pasokan dan naiknya...