Home Uncategorized Kasus Dugaan Penganiayaan Ustaz Habib Abdoel Hakim Oleh Oknum RT Masuk Tahap Penyidikan, Polisi Segera Periksa Saksi
Uncategorized

Kasus Dugaan Penganiayaan Ustaz Habib Abdoel Hakim Oleh Oknum RT Masuk Tahap Penyidikan, Polisi Segera Periksa Saksi

Share
Share

Bekasi, hotfokus.com

Kasus dugaan penganiayaan terhadap Ustaz Habib Abdoel Hakim oleh oknum Ketua RT di Perumahan Harapan Mulya, Bekasi, kini resmi naik ke tahap penyidikan. Kepolisian Sektor Tarumajaya telah menetapkan status tersebut berdasarkan Surat Nomor B/172/V/RES/1 6/2025/Reskrim, tertanggal 6 Mei 2025, yang ditandatangani oleh Kapolsek Tarumajaya, AKBP I Gede Bagus Ariska Sudana.

Perkembangan ini merupakan kelanjutan dari laporan polisi yang diajukan oleh korban, H. Abdoel Hakim Alkhan, pada 3 Mei 2025 dengan nomor LP/B/52/V/2025/SPKT/Polsek Tarumajaya/Polres Metro Bekasi/Polda Metro Jaya.

Kronologi: Niat Menengahi, Malah Jadi Korban

Peristiwa dugaan penganiayaan terjadi pada Rabu malam, 3 Mei 2025. Saat itu, Ustaz Habib Abdoel Hakim hadir dalam pertemuan warga di Lapangan Badminton Cluster Evodia RT 02/RW 13, Perumahan Harapan Mulya, untuk menengahi persoalan pembangunan fasilitas sosial yang dianggap tidak sesuai kesepakatan.

Namun, situasi diskusi memanas. Menurut kesaksian Ustaz Habib, dirinya diserang oleh Ketua RT, Ruly Setiawan, SE, dengan cara disundul hingga kepalanya membentur tembok. Akibat serangan tersebut, bibir korban berdarah dan mengalami cedera kepala.

“Dia pertama sundul wajah saya, lalu membenturkan kepala saya ke tembok beberapa kali,” ungkap Ustaz Habib saat dikonfirmasi.

Pertolongan Medis dan Pelaporan

Usai kejadian, korban langsung dibawa ke RS Tarumajaya untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah mendapatkan suntikan tetanus, korban kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Tarumajaya.

Laporan diterima oleh Aipda Yulianto Nugroho, yang langsung melakukan pemeriksaan saksi dan menjanjikan gelar perkara.

Saksi Perkuat Tuduhan Penganiayaan

Keterangan saksi dari warga, Teuku Basri, memperkuat tuduhan terhadap terlapor. Menurut Basri, Ustaz Habib datang dalam kapasitas sebagai penengah. Namun, justru menjadi korban pemukulan yang berujung pada dugaan penganiayaan.

“Habib niatnya melerai. Tapi saya lihat dia langsung dipukul. Pukulan kedua saya saksikan jelas, Habib sudah terbentur ke tembok,” ungkap Basri.

Masuk Tahap Penyidikan, Polisi Segera Panggil Saksi

Penyidik telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/23/V/Res/1/6/2025/Sek.Tj pada 5 Mei 2025. Dalam waktu dekat, pihak kepolisian akan memanggil saksi-saksi dan melakukan konfirmasi lanjutan terhadap korban serta terlapor.

“Langkah kami selanjutnya adalah memastikan keterangan semua saksi lengkap. Jika cukup bukti, maka pelaku akan dikenai Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,” ujar Ustaz Habib.

Korban Desak RT/RW Mundur

Ustaz Habib mengecam tindakan kekerasan sebagai bentuk pembungkaman kritik warga. Ia juga meminta pengurus RT/RW yang terlibat segera mundur dari jabatannya.

“Kekerasan tidak pernah menjadi solusi. Saya akan terus perjuangkan keadilan sampai tuntas,” tegasnya.

Kasus ini terus menjadi sorotan publik seiring meningkatnya tuntutan transparansi dan keadilan di lingkungan permukiman warga. Penyidikan yang tengah berjalan diharapkan bisa menjadi contoh penegakan hukum terhadap tindakan kekerasan oleh oknum aparat lingkungan.(GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Uncategorized

1.000 Riders BMW Motorrad Merapat ke Bali, Pertamax Turbo Bawa Kejutan

Bali, Hotfokus.com Bali menjadi titik temu para penggemar BMW Motorrad dari berbagai...

Bahlil Gaspol! BBM Bensin Wajib Campur Bioetanol E10 Mulai 2027
Uncategorized

Bahlil Gaspol! BBM Bensin Wajib Campur Bioetanol E10 Mulai 2027

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mulai menggeber langkah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin....

Hari Pelanggan dan Lima Tahun Merger Pelindo Sudahkah Pelanggan Merasakan Manfaatnya? Bambang Sabekti Praktisi Kepelabuhanan dan Logistik Nasional 4 September 2026 Hari Pelanggan Nasional setiap 4 September menjadi momentum yang menarik bagi Pelindo. Sebab, tidak lama lagi, tepat 1 Oktober 2026, Pelindo memasuki lima tahun sejak merger empat BUMN pelabuhan. Lima tahun bukan lagi sekadar masa transisi. Periode ini sudah cukup untuk melihat apakah integrasi organisasi telah menghasilkan kemampuan operasional dan nilai bisnis yang lebih baik. Karena itu, pertanyaan yang relevan bukan lagi apakah merger Pelindo berhasil menyatukan organisasi. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa incremental value setelah Pelindo menjadi satu? Jawabannya perlu dilihat setidaknya dari dua sisi: operational excellence dan customer value. Dalam bisnis pelabuhan, operational excellence tidak cukup dimaknai sebagai meningkatnya produktivitas satu terminal. Pelabuhan merupakan sistem yang melibatkan kapal, terminal, peralatan, tenaga kerja, gate, yard, trucking, serta berbagai proses pelayanan. Operational excellence berarti kemampuan mengelola proses tersebut secara efisien, konsisten, reliable, dan predictable. Kapal membutuhkan kepastian berth. Bongkar muat membutuhkan produktivitas peralatan. Kontainer membutuhkan yard yang dikelola dengan baik. Truk membutuhkan proses gate yang lancar. Pengguna jasa membutuhkan informasi yang akurat dan keputusan operasional yang cepat. Satu titik yang tidak efisien dapat mengurangi manfaat efisiensi pada titik lainnya. Di sinilah merger memberikan peluang besar. Dengan berada dalam satu perusahaan, Pelindo memiliki kesempatan mengembangkan common operating standard, berbagi best practices, mengoptimalkan aset dan kapasitas, serta menggunakan data dan teknologi secara lebih terintegrasi. Namun, standardisasi bukan tujuan akhir. Bagi pelanggan, salah satu manfaat paling fundamental dari merger seharusnya adalah ease of doing business. Sebelum merger, pengguna jasa berhadapan dengan entitas Pelindo yang berbeda sesuai wilayah dan pelabuhannya. Setelah merger, pelanggan secara logis mengharapkan pengalaman berbisnis dengan Pelindo menjadi lebih sederhana: standar semakin jelas, proses semakin seragam, akses informasi semakin mudah, dan tidak perlu menghadapi variasi proses yang sebenarnya tidak memberikan nilai tambah. Inilah salah satu acid test merger: APAKAH MENJADI PELANGGAN PELINDO SEKARANG LEBIH MUDAH DARIPADA SEBELUMNYA? Pertanyaan tersebut bukan sekadar soal keramahan pelayanan. Ease of doing business menyangkut waktu, jumlah tahapan, transparansi, kepastian keputusan, kemudahan akses layanan, serta kemampuan pelanggan menyelesaikan urusannya tanpa proses yang berulang. Dengan perspektif yang sama, digitalisasi juga harus diukur dari manfaatnya bagi pelanggan. Keberhasilan digitalisasi bukan berapa banyak aplikasi yang dimiliki, tetapi berapa banyak proses yang menjadi lebih sederhana dan berapa banyak interaksi yang tidak lagi diperlukan pelanggan. Di sinilah operational excellence bertemu dengan customer value. Dalam bisnis kepelabuhanan, customer value dapat dilihat dari hal yang konkret: waktu yang lebih singkat, proses yang lebih sederhana, biaya yang lebih efisien, dan kepastian yang lebih tinggi. Merger juga memberikan peluang untuk mengelola Pelindo sebagai port network, bukan sekadar kumpulan terminal. Dengan jaringan nasional dalam satu perusahaan, Pelindo memiliki ruang lebih besar untuk mengoptimalkan kapasitas antarpelabuhan, berbagi best practices, mengurangi ketidakseimbangan utilisasi, dan memperkuat konektivitas antarkawasan. Namun, network advantage baru menjadi value apabila pelanggan dapat merasakannya dalam bentuk layanan yang lebih baik dan proses bisnis yang lebih mudah. Karena itu, ukuran keberhasilan merger juga harus tetap berada dalam scope Pelindo. Pelindo tidak menentukan surplus atau defisit perdagangan dan tidak dapat sendirian menyelesaikan seluruh persoalan biaya logistik nasional. Ukuran yang lebih fair adalah: seberapa besar efisiensi, reliability, dan kemudahan berusaha yang berhasil diciptakan pada bagian rantai logistik yang berada dalam kendali Pelindo? Memasuki tahun kelima merger, pertanyaan tersebut semakin relevan. Jika lima tahun pertama merupakan periode konsolidasi dan integrasi, lima tahun berikutnya semestinya menjadi fase untuk membuktikan incremental value of integration. Hari Pelanggan Nasional dapat menjadi reality check yang sederhana. Pelanggan adalah pihak yang paling tepat untuk menilai apakah perubahan internal perusahaan benar-benar menghasilkan perubahan yang mereka rasakan. Pada akhirnya, Pelindo tidak cukup hanya menjadi perusahaan yang lebih besar dan lebih terintegrasi. MERGER HARUS MEMBUAT PELANGGAN LEBIH MUDAH BERBISNIS DENGAN PELINDO. Kemudahan tersebut harus didukung oleh operasi yang semakin reliable, produktif, efisien, dan predictable. Pelindo sudah memiliki skala dan jaringan nasional. Tantangan lima tahun berikutnya adalah mengubah skala tersebut menjadi operational excellence, operational excellence menjadi customer value, dan customer value menjadi ease of doing business. Itulah makna Hari Pelanggan Nasional yang relevan bagi Pelindo: bukan sekadar merayakan pelanggan, tetapi memastikan bahwa setelah lima tahun merger, pelanggan benar-benar merasakan bahwa berbisnis dengan Pelindo menjadi lebih mudah.[•]
Uncategorized

Hari Pelanggan dan Lima Tahun Merger Pelindo Sudahkah Pelanggan Merasakan Manfaatnya?

Bambang SabektiPraktisi Kepelabuhanan dan Logistik Nasional 4 September 2026 Hari Pelanggan Nasional...

Uncategorized

Elang Jawa Diselamatkan, PGE Raih Penghargaan HKAN 2026

Jakarta, hotfokus.com Komitmen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dalam menjaga satwa...