Home Uncategorized 1.000 Riders BMW Motorrad Merapat ke Bali, Pertamax Turbo Bawa Kejutan
Uncategorized

1.000 Riders BMW Motorrad Merapat ke Bali, Pertamax Turbo Bawa Kejutan

Share
Share

Bali, Hotfokus.com

Bali menjadi titik temu para penggemar BMW Motorrad dari berbagai negara. Dalam BMW Motorrad Days Bali 2026, lebih dari 1.000 riders berkumpul dan Pertamax Turbo hadir sebagai Official Energy Partner.

Gelaran tersebut berlangsung pada 24-27 September 2026. Pesertanya terdiri dari lebih dari 800 local riders serta 200 international riders yang datang dari 32 negara.

Kehadiran Pertamax Turbo tidak hanya menjadi dukungan energi untuk kegiatan tersebut. PT Pertamina Patra Niaga juga memperoleh hak eksklusif untuk kategori energi dan bahan bakar dalam rangkaian kegiatan BMW Motorrad Indonesia.

Peserta BMW Motorrad Days Bali 2026 dapat memanfaatkan E-Voucher MyPertamina untuk pembelian Pertamax Turbo maupun Pertamax. Dukungan serupa juga berlaku dalam rangkaian 7 Peaks Touring Series BMW Motorrad Indonesia 2026.

Pertamina dan BMW Motorrad Resmi Perkuat Kolaborasi

Sinergi kedua pihak semakin erat setelah PT Pertamina Patra Niaga dan PT Layur Astiti Bumi Kencana meneken Memorandum of Understanding (MoU). PT Layur Astiti Bumi Kencana merupakan importir resmi sekaligus distributor tunggal BMW Motorrad di Indonesia.

Vice President Marketing Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari turut terlibat dalam penandatanganan kerja sama tersebut.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan perkembangan teknologi kendaraan membutuhkan dukungan produk energi yang sesuai.

“Pertamax Turbo merupakan salah satu produk unggulan Pertamina yang dirancang untuk mendukung kendaraan dengan teknologi modern dan rasio kompresi mesin tinggi. Masyarakat khususnya komunitas otomotif, dapat menggunakan Pertamax Turbo RON 98 dengan percaya diri sesuai dengan kebutuhan dan karakter kendaraannya,” ujar Eko.

Sementara itu, Heppy mengatakan kerja sama dengan BMW Motorrad membuka peluang untuk mempertemukan teknologi otomotif dan energi.

“Pertamax Turbo hadir mendukung karakter kendaraan BMW Motorrad yang mengedepankan performa dan teknologi tinggi. Melalui MoU ini, kami ingin membangun sinergi teknologi otomotif dan energi sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan komunitas BMW Motorrad di Indonesia,” ujar Heppy.

Pembeli BMW Baru Dapat E-Voucher BBM

Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan program Initial Fueling bagi konsumen yang membeli BMW Motorrad baru di Indonesia hingga 31 Desember 2026.

Untuk kendaraan dengan kapasitas mesin maksimal 500 cc, konsumen mendapatkan E-Voucher Pertamax senilai Rp500.000 dan stiker Pertamax. Sedangkan pembelian kendaraan dengan kapasitas di atas 500 cc mendapatkan E-Voucher Pertamax Turbo senilai Rp1 juta serta stiker Pertamax Turbo.

Pada BMW Motorrad Days Bali 2026, kolaborasi tersebut mendapat penanda khusus melalui pemasangan stiker Pertamax Turbo pada BMW R 1300 GS Adventure.

CEO PT Layur Astiti Bumi Kencana Fransiska Renata Palupi melakukan pemasangan tersebut dengan disaksikan Eko Ricky Susanto.

Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan sejumlah fasilitas di lokasi acara. Di antaranya booth Bright Store, booth Pertamina Lubricants, serta BMW G 310 GS yang menggunakan livery khusus Pertamax.

Di sisi lain, MyPertamina mendukung transaksi bahan bakar dengan menawarkan pembayaran yang praktis. Platform tersebut juga menghadirkan berbagai promo dan pengalaman transaksi yang lebih nyaman bagi pengguna. (**)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Bahlil Gaspol! BBM Bensin Wajib Campur Bioetanol E10 Mulai 2027
Uncategorized

Bahlil Gaspol! BBM Bensin Wajib Campur Bioetanol E10 Mulai 2027

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mulai menggeber langkah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin....

Hari Pelanggan dan Lima Tahun Merger Pelindo Sudahkah Pelanggan Merasakan Manfaatnya? Bambang Sabekti Praktisi Kepelabuhanan dan Logistik Nasional 4 September 2026 Hari Pelanggan Nasional setiap 4 September menjadi momentum yang menarik bagi Pelindo. Sebab, tidak lama lagi, tepat 1 Oktober 2026, Pelindo memasuki lima tahun sejak merger empat BUMN pelabuhan. Lima tahun bukan lagi sekadar masa transisi. Periode ini sudah cukup untuk melihat apakah integrasi organisasi telah menghasilkan kemampuan operasional dan nilai bisnis yang lebih baik. Karena itu, pertanyaan yang relevan bukan lagi apakah merger Pelindo berhasil menyatukan organisasi. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa incremental value setelah Pelindo menjadi satu? Jawabannya perlu dilihat setidaknya dari dua sisi: operational excellence dan customer value. Dalam bisnis pelabuhan, operational excellence tidak cukup dimaknai sebagai meningkatnya produktivitas satu terminal. Pelabuhan merupakan sistem yang melibatkan kapal, terminal, peralatan, tenaga kerja, gate, yard, trucking, serta berbagai proses pelayanan. Operational excellence berarti kemampuan mengelola proses tersebut secara efisien, konsisten, reliable, dan predictable. Kapal membutuhkan kepastian berth. Bongkar muat membutuhkan produktivitas peralatan. Kontainer membutuhkan yard yang dikelola dengan baik. Truk membutuhkan proses gate yang lancar. Pengguna jasa membutuhkan informasi yang akurat dan keputusan operasional yang cepat. Satu titik yang tidak efisien dapat mengurangi manfaat efisiensi pada titik lainnya. Di sinilah merger memberikan peluang besar. Dengan berada dalam satu perusahaan, Pelindo memiliki kesempatan mengembangkan common operating standard, berbagi best practices, mengoptimalkan aset dan kapasitas, serta menggunakan data dan teknologi secara lebih terintegrasi. Namun, standardisasi bukan tujuan akhir. Bagi pelanggan, salah satu manfaat paling fundamental dari merger seharusnya adalah ease of doing business. Sebelum merger, pengguna jasa berhadapan dengan entitas Pelindo yang berbeda sesuai wilayah dan pelabuhannya. Setelah merger, pelanggan secara logis mengharapkan pengalaman berbisnis dengan Pelindo menjadi lebih sederhana: standar semakin jelas, proses semakin seragam, akses informasi semakin mudah, dan tidak perlu menghadapi variasi proses yang sebenarnya tidak memberikan nilai tambah. Inilah salah satu acid test merger: APAKAH MENJADI PELANGGAN PELINDO SEKARANG LEBIH MUDAH DARIPADA SEBELUMNYA? Pertanyaan tersebut bukan sekadar soal keramahan pelayanan. Ease of doing business menyangkut waktu, jumlah tahapan, transparansi, kepastian keputusan, kemudahan akses layanan, serta kemampuan pelanggan menyelesaikan urusannya tanpa proses yang berulang. Dengan perspektif yang sama, digitalisasi juga harus diukur dari manfaatnya bagi pelanggan. Keberhasilan digitalisasi bukan berapa banyak aplikasi yang dimiliki, tetapi berapa banyak proses yang menjadi lebih sederhana dan berapa banyak interaksi yang tidak lagi diperlukan pelanggan. Di sinilah operational excellence bertemu dengan customer value. Dalam bisnis kepelabuhanan, customer value dapat dilihat dari hal yang konkret: waktu yang lebih singkat, proses yang lebih sederhana, biaya yang lebih efisien, dan kepastian yang lebih tinggi. Merger juga memberikan peluang untuk mengelola Pelindo sebagai port network, bukan sekadar kumpulan terminal. Dengan jaringan nasional dalam satu perusahaan, Pelindo memiliki ruang lebih besar untuk mengoptimalkan kapasitas antarpelabuhan, berbagi best practices, mengurangi ketidakseimbangan utilisasi, dan memperkuat konektivitas antarkawasan. Namun, network advantage baru menjadi value apabila pelanggan dapat merasakannya dalam bentuk layanan yang lebih baik dan proses bisnis yang lebih mudah. Karena itu, ukuran keberhasilan merger juga harus tetap berada dalam scope Pelindo. Pelindo tidak menentukan surplus atau defisit perdagangan dan tidak dapat sendirian menyelesaikan seluruh persoalan biaya logistik nasional. Ukuran yang lebih fair adalah: seberapa besar efisiensi, reliability, dan kemudahan berusaha yang berhasil diciptakan pada bagian rantai logistik yang berada dalam kendali Pelindo? Memasuki tahun kelima merger, pertanyaan tersebut semakin relevan. Jika lima tahun pertama merupakan periode konsolidasi dan integrasi, lima tahun berikutnya semestinya menjadi fase untuk membuktikan incremental value of integration. Hari Pelanggan Nasional dapat menjadi reality check yang sederhana. Pelanggan adalah pihak yang paling tepat untuk menilai apakah perubahan internal perusahaan benar-benar menghasilkan perubahan yang mereka rasakan. Pada akhirnya, Pelindo tidak cukup hanya menjadi perusahaan yang lebih besar dan lebih terintegrasi. MERGER HARUS MEMBUAT PELANGGAN LEBIH MUDAH BERBISNIS DENGAN PELINDO. Kemudahan tersebut harus didukung oleh operasi yang semakin reliable, produktif, efisien, dan predictable. Pelindo sudah memiliki skala dan jaringan nasional. Tantangan lima tahun berikutnya adalah mengubah skala tersebut menjadi operational excellence, operational excellence menjadi customer value, dan customer value menjadi ease of doing business. Itulah makna Hari Pelanggan Nasional yang relevan bagi Pelindo: bukan sekadar merayakan pelanggan, tetapi memastikan bahwa setelah lima tahun merger, pelanggan benar-benar merasakan bahwa berbisnis dengan Pelindo menjadi lebih mudah.[•]
Uncategorized

Hari Pelanggan dan Lima Tahun Merger Pelindo Sudahkah Pelanggan Merasakan Manfaatnya?

Bambang SabektiPraktisi Kepelabuhanan dan Logistik Nasional 4 September 2026 Hari Pelanggan Nasional...

Uncategorized

Elang Jawa Diselamatkan, PGE Raih Penghargaan HKAN 2026

Jakarta, hotfokus.com Komitmen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dalam menjaga satwa...

Pertamina Drilling Bidik Pasar Timor-Leste, Kerja Sama Timor GAP Diperpanjang
Uncategorized

Pertamina Drilling Bidik Pasar Timor-Leste, Kerja Sama Timor GAP Diperpanjang

Jakarta, Hotfokus.com Pertamina Drilling kembali memperkuat pijakan bisnisnya di kawasan Asia Tenggara....