Home NASIONAL Jokowi : Predikat WTP Kewajiban
NASIONAL

Jokowi : Predikat WTP Kewajiban

Share
Share

BOGOR — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa, perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh pemerintah bukanlah prestasi, melainkan kewajiban.

Saat menerima pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Ruang Garuda Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12) pagi, presiden mengatakan bahwa, mendapatkan predikat WTP saja tidak cukup.

“Harus benar-benar dipastikan bahwa tidak ada satu rupiah pun uang rakyat dalam APBN yang dikorupsi, ini perlu digarisbawahi,” tegasnya.

Untuk mencegah penyalahgunaan keuangan, presiden mendorong maksimalisasi penggunaan teknologi informasi sejak hulu hingga hilir. Terkait hal itu presiden menyebut e-planning, e-budgeting, e-procurement.

Kalau penggunaan teknologi sudah dilaksanakan, presiden meyakini semua akan menjadi lebih transparan, mudah dipertanggungjawabkan, dan tidak ada ruang untuk bermain-main dengan APBN.

Minta Terbuka

Rilis Humas Sekretariat Negara menyebut, pertemuan pimpinan BPK dengan pemerintah diselenggarakan sebagai persiapan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2017 dan institusi pengelola keuangan negara lainnya dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Presiden meminta jajaran pemerintahan, agar setiap kementerian dan lembaga pemerintahan pengguna APBN agar terbuka dengan BPK karena BPK mitra dalam memastikan terlaksananya tata kelola pemerintahan yang baik.

Presiden juga percaya BPK akan menjaga independensi serta profesionalitas sepanjang proses pemeriksaan. Sehingga dengan niat dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan BPK, presiden percaya kepercayaan rakyat akan terus diperoleh bersama.

Tampak hadir dalam pertemuan itu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara beserta para Wakil Ketua BPK, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, sejumlah menteri kabinet kerja, dan sejumlah pimpinan lembaga pemerintah non kementerian. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kementan dan Pemkab Pekalongan mempercepat tanam tebu untuk mendukung swasembada gula nasional pada 2026.
NASIONAL

Percepatan Tanam Tebu Digenjot, Pekalongan Kejar Target 234 Hektare untuk Dukung Swasembada Gula

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan mempercepat upaya swasembada gula...

Rektor UNM optimistis swasembada pangan Indonesia berlanjut dan menilai sektor pertanian terus menunjukkan kinerja positif.
NASIONAL

Rektor UNM Yakin Swasembada Pangan Berkelanjutan, Apresiasi Kinerja Pemerintah

Jakarta, hotfokus.com Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Farida Patittingi, menyatakan optimisme...

Kementan memperkuat cadangan pakan ternak dan Bank Pakan untuk menjaga produktivitas peternakan saat musim kemarau 2026.
NASIONAL

Kementan Perkuat Cadangan Pakan Ternak untuk Hadapi Musim Kemarau 2026

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat cadangan pakan ternak nasional sebagai langkah...

NTP Mei 2026 naik 1,99 persen menjadi 127,73. Mentan Amran menyebut pendapatan dan daya beli petani semakin membaik.
NASIONAL

NTP Naik 1,99 Persen, Mentan Amran: Pendapatan Petani Semakin Meningkat

Jakarta, hotfokus.com Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kenaikan Nilai Tukar Petani...