Jakarta, Hotfokus.com
Presiden Prabowo Subianto disebut memberi perhatian khusus terhadap penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sempat terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah menduga anjloknya harga tersebut dipengaruhi praktik permainan harga yang merugikan petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Prabowo langsung meminta penjelasan terkait kondisi tersebut karena tidak ingin petani sawit menjadi pihak yang dirugikan.
“Kami ditelepon beliau dan disampaikan, ‘Pak Mentan kenapa terjadi penurunan?’ Saya katakan kepada beliau, ini anomali,”* ujar Amran, Jumat (19/6/2026).
Menurut Amran, penurunan harga TBS tidak sejalan dengan kondisi pasar global. Ia menjelaskan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia justru meningkat, sementara nilai tukar dolar AS juga menguat sekitar 10 persen.

“Ini tidak masuk akal,”* katanya.
Merespons situasi tersebut, Kementerian Pertanian mengumpulkan pelaku usaha sawit dari berbagai daerah. Pertemuan itu melibatkan perwakilan sekitar 700 perusahaan dari total 1.900 pabrik kelapa sawit yang beroperasi di Indonesia.
Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik yang merugikan petani terus berlangsung. “Nah, ini kami minta jangan bermain-main. Jangan korbankan rakyat. Petani plasma itu 15 juta, dengan seluruh keluarganya diperkirakan 30 juta orang,” ujarnya. (SA/GIT)
Leave a comment