Home NASIONAL Jokowi Ingatkan Lagi Perpecahan
NASIONALPOLITIK

Jokowi Ingatkan Lagi Perpecahan

Share
Share

KUPANG — Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan agar jangan sampai perbedaan politik menimbulkan perpecahan.

“Enggak boleh. Antar tetangga menjadi tidak berbicara, tidak boleh. Antar kampung menjadi terbelah, juga tidak boleh,” kata Presiden Jokowi saat memberikan kuliah umum, di Gedung B Aula Universitas Muhamadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1) siang.

Dalam sistem demokrasi yang disepakati di Indonesia, lanjut Presiden, dalam memberikan pilihan masyarakat tidak boleh mengabaikan ketertiban dan persatuan.

“Jangan sampai kita memelihara kebencian atau mencela satu dengan yang lain, saling menjelekan satu dengan yang lain. Kita tidak menyadari bahwa kita semuanya adalah saudara setanah air. Hanya gara-gara pilihan politik menjadi terpecah, terbelah, tidak boleh,” tegas Presiden Jokowi.

Indonesia bangsa besar

Pada awal kuliah umumnya, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa Indonesia adalah negara besar, yang memiliki 17 ribu pulau, 714 suku, dan 110 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda. Ia meminta semua elemen bangsa menyadari betapa sangat besarnya Indonesia itu.

“Itulah kebhinekaan yang dianugerahkan Allah pada kita yang patut dan perlu kita syukuri atas kodrat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang multi kultural, berbeda-beda budayanya, berbeda adat istiadat berbeda-beda tradisi-tradisi,”ujar Presiden.

Oleh sebab itu, Kepala Negara mengingatkan, sekali lagi kita harus mampu mengelola kebhinekaan, menjadikan perbedaan-perbedaan menjadi sebuah kekuatan.

Kalau kita bisa mengelola perbedaan-perbedaan, Kepala Negara meyakini, Indonesia akan menjadi kekuatan besar. “Dengan apa kita mengelola ini? Dengan apa kita mengikatnya? Dengan politik kebangsaan,” terangnya.

Presiden Jokowi meminta semua pihak harus menyadari bahwa semua yang ada di Republik ini adalah saudara, saudara sebangsa dan setanah air. Walaupun berbeda-beda kita masih saudara, bersaudara sebangsa dan setanah air.

“Walaupun berbeda-beda kita tetap bersatu untuk mencapai cita-cita kemerdekaan kita. Walaupun berbeda-beda kita mempunyai tekad yang sama, memiliki tekad yang sama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, Indonesia yang berkemajuan,” tegas Presiden Jokowi.

Saat menyampaikan kuliah umum yang dihadiri oleh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kupang itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Investasi Swasta di IKN Tembus Rp74,54 Triliun, Peluangnya Masih Terbuka Lebar
NASIONAL

Investasi Swasta di IKN Tembus Rp74,54 Triliun, Peluangnya Masih Terbuka Lebar

Jakarta, hotfokus.com Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyatakan akan terus melanjutkan berbagai...

NASIONAL

Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mendorong perubahan pendekatan dalam sistem...

Waduh! Cadangan Devisa Turun, tapi BI Sebut Masih Kuat
NASIONAL

Waduh! Cadangan Devisa Turun, tapi BI Sebut Masih Kuat

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir...

Menkeu Kawal Ganti Rugi dan Pemulihan Lingkungan Korban Tumpahan Minyak Montara
NASIONAL

Menkeu Kawal Ganti Rugi dan Pemulihan Lingkungan Korban Tumpahan Minyak Montara

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah terus mengawal penyelesaian hak ganti rugi serta pemulihan lingkungan...