Home NASIONAL IPW Dukung Upaya Bareskrim Usut Dugaan Mafia Kesehatan
NASIONAL

IPW Dukung Upaya Bareskrim Usut Dugaan Mafia Kesehatan

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Ind Police Watch (IPW) mengapresiasi langkah cepat Bareskrim Polri yang akan membentuk Tim Khusus untuk menyelidiki dugaan mafia kesehatan dalam kasus pengcovidan pasien yang sesungguhnya negatif Covid 19. Akibat ulah mafia kesehatan ini muncul tiga hal yang merugikan negara maupun masyarakat.

Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch, merinci beberapa hal yang dianggap merugikan masyarakat diantaranya adalah pertama validitas angka korban covid-19 di Indonesia, terutama yang tewas menjadi tidak akurat. Kedua, negara dirugikan karena anggaran negara untuk korban Covid 19 dirampok oleh para mafia kesehatan.

“Ketiga, keluarga korban pengcovidan oleh mafia kesehatan menjadi dikucilkan masyarakat sekitarnya yang khawatir virus tersebut menular kepada mereka,” ujar Neta dalam keterangannya, Senin (5/10/2020).

IPW berharap Bareskrim bisa bekerja cepat untuk menangkap para mafia kesehatan yang sudah merampok uang negara dalam mengcovidkan pasien itu. Informasi yang diperoleh IPW, biaya perawatan pasien infeksi virus corona bisa mencapai Rp 290 juta.

Dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-275/MK 02/2020 tanggal 6 April 2020 memuat aturan serta besaran biaya perawatan pasien covid-19, jika seorang pasien dirawat selama 14 hari, maka asumsinya pemerintah menanggung biaya sebesar Rp105 juta sebagai biaya paling rendah. Sedangkan untuk pasien komplikasi, pemerintah setidaknya harus menanggung biaya Rp231 juta per orang.

Untuk itu Bareskrim perlu mengusut dan mengaudit seluruh rumah sakit rujukan Covid 19 agar diketahui seberapa besar sesungguhnya korban meninggal akibat Covid 19 dan berapa besar pula korban yang dicovidkan.

Pada 27 April 2020 misalnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Sumut pernah mengumumkan, dari 61 pasien yang dimakamkan dengan prosedur Covid 19, ternyata diketahui 43 di antaranya negatif Covid. Lalu 14 Juli 2020, enam makam di TPU Teluk Kabung, Padang, Sumbar yang dimakamkan dengan prosedur Covid 19 dibongkar atas permintaan keluarga karena hasil tesnya negatif Covid.

“Pada 8 Juni 2020, keluarga Ade Margani menuntut RSUD Balaraja, Banten karena ybs dimakamkan dengsn prosedur Covid padahal hasil tes negatif Covid. Berbagai kasus pengcovidan ini jelas sangat meresahkan masyarakat,” sambungnya.

Gerak cepat Bareskrim Polri sangat diperlukan agar data Covid 19 benar benar valid, uang negara bisa diselamatkan, para mafia kesehatan yang merampok uang negara bisa diseret ke pengadilan Tipikor, dan keresahan masyarakat akibat ulah para mafia kesehatan yang mengcovidkan pasien ini bisa diatasi. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Tahun Ajaran Baru, Wamenperin: Gunakan Peralatan Sekolah Lokal
NASIONAL

Tahun Ajaran Baru, Wamenperin: Gunakan Peralatan Sekolah Lokal

Jakarta, hotfokus.com Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza, meminta masyarakat menjadikan momen...

Waskita Karya, Sekolah Rakyat, Papua, Proyek Infrastruktur, Jayapura, Sarmi, Biak Numfor, Pendidikan, KSO Waskita Adhi PAB, Investasi Pendidikan,
NASIONAL

Sekolah Rakyat Mulai Dibangun di Papua, Waskita Garap Proyek Rp1,07 Triliun yang Ditarget Rampung 5,5 Bulan

Jakarta, hotfokus.com PT Waskita Karya (Persero) Tbk dipercaya membangun tiga kawasan Sekolah...

Kementerian PU memperkuat mitigasi El Nino 2026 di Jawa Barat dengan Satgas dan 290 personel untuk menjaga pasokan air.
NASIONAL

El Nino 2026 Mengancam, Kementerian PU Siagakan 290 Personel demi Amankan Pasokan Air Jabar

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan...

Kemenperin memperkuat koordinasi usai ledakan pabrik herbal di Semarang dan meminta industri meningkatkan standar K3.
NASIONAL

Pabrik Herbal di Semarang Meledak, Kemenperin Minta Industri Perketat Standar K3

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat koordinasi penanganan insiden ledakan dan kebakaran...