Home NASIONAL El Nino 2026 Mengancam, Kementerian PU Siagakan 290 Personel demi Amankan Pasokan Air Jabar
NASIONAL

El Nino 2026 Mengancam, Kementerian PU Siagakan 290 Personel demi Amankan Pasokan Air Jabar

Share
Kementerian PU memperkuat mitigasi El Nino 2026 di Jawa Barat dengan Satgas dan 290 personel untuk menjaga pasokan air.
Share

Jakarta, hotfokus.com

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino 2026 di Jawa Barat. Strategi ini bertujuan menjaga pasokan air, memastikan layanan irigasi tetap berjalan, sekaligus mendukung ketahanan pangan saat musim kemarau.

Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan kementeriannya telah membentuk Satgas Antisipasi El Nino untuk memperkuat koordinasi lintas unit. Langkah tersebut dilakukan karena dampak El Nino tidak hanya mengancam lahan pertanian, tetapi juga berpotensi memengaruhi sistem penyediaan air minum (SPAM) dan operasional bendungan.

“Untuk mengantisipasi El Nino, kami membentuk Satgas. Karena yang terdampak tidak hanya irigasi dan sawah yang kekeringan, tetapi mungkin di beberapa titik SPAM dan bendungan juga akan mengalami kekeringan,” ujar Dody, Senin (6/7/2026).

Di tingkat lapangan, BBWS Cimanuk Cisanggarung mengoptimalkan sistem mitigasi melalui Unit Pengelola Prasarana Pengendali Banjir dan Kekeringan (UP3BK). Sistem ini menggabungkan pemantauan bendungan, bendung, wilayah rawan kekeringan, pengaturan operasi air, layanan call center, Tim Reaksi Cepat, hingga koordinasi lintas instansi.

Sebanyak 290 personel juga disiagakan sepanjang musim kemarau. Tim tersebut memantau 9 bendungan, 33 embung, 23 situ, 25 bendung, dan jaringan irigasi setiap hari agar seluruh infrastruktur sumber daya air tetap beroperasi optimal.

Hingga 30 Juni 2026, sembilan bendungan di wilayah BBWS Cimanuk Cisanggarung masih menyimpan sekitar 1,10 miliar meter kubik air. Cadangan tersebut dinilai mampu menopang kebutuhan irigasi lahan seluas sekitar 136.254 hektare selama musim kemarau.

BBWS juga mengatur pelepasan air secara terukur dengan menyesuaikan kondisi tampungan dan kebutuhan di lapangan. Pengelolaan ini dilakukan untuk menjaga pasokan air irigasi, air baku, operasional PLTA, sekaligus mempertahankan cadangan air hingga musim kemarau berakhir. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kredit Perumahan Digenjot, Plafon Bisa Naik Jadi Rp50 Triliun
NASIONAL

Kredit Perumahan Digenjot, Plafon Bisa Naik Jadi Rp 50 Triliun

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mulai menggeber pembiayaan perumahan agar Program 3 Juta Rumah...

Jelang Akhir Tahun, Pemerintah Pasang Jurus Jaga Daya Beli dan Harga Pangan
NASIONAL

Jelang Akhir Tahun, Pemerintah Pasang Jurus Jaga Daya Beli dan Harga Pangan

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mulai memasang strategi menghadapi tekanan ekonomi menjelang akhir 2026....

Komjen Dedi Prasetyo Pimpin BRAN, Koalisi Sipil Soroti Sekuritisasi Reforma Agraria
NASIONAL

Komjen Dedi Prasetyo Pimpin BRAN, Koalisi Sipil Soroti Sekuritisasi Reforma Agraria

Jakarta, Hotfokus.com Pelantikan Komisaris Jenderal (Komjen) Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma...

Kredibilitas Fiskal Tak Cuma Angka APBN, Juga Kualitas Kebijakan
NASIONAL

Kredibilitas Fiskal Tak Cuma Angka APBN, Juga Kualitas Kebijakan

Jakarta, hotfokus.com Kredibilitas fiskal tidak hanya ditentukan angka-angka di APBN, tapi juga...