Jakarta, Hotfokus.com
Rachmat Kaimuddin menekankan pentingnya percepatan hilirisasi sumber daya alam (SDA) untuk mendorong investasi berkelanjutan di Indonesia. Pemerintah juga terus memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar nilai ekonomi dari SDA semakin optimal.
Menurut Rachmat, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya seperti batu bara, gas alam, dan berbagai komoditas strategis. Namun, pengelolaan harus diarahkan agar memberi nilai tambah lebih besar sekaligus menjawab kebutuhan global.
“Indonesia memiliki berbagai sumber daya, seperti batu bara, gas alam, serta komoditas strategis. Kita memahami sebagian dari sumber daya ini perlu diekspor dan dibagikan ke dunia,” ujarnya, Rabu (08/04/2026).
Ia menyoroti posisi Indonesia sebagai produsen utama nikel dunia. Saat ini, Indonesia memasok sekitar 50% kebutuhan nikel global, tetapi kontribusi pada industri hilir masih terbatas.

“Kita memproduksi sekitar 50 persen nikel dunia, tetapi kontribusi dalam produksi mobil global hanya sekitar 2 persen. Artinya, sebagian nikel tersebut perlu diolah lebih lanjut menjadi baterai atau produk lainnya,” jelasnya.
Rachmat menegaskan arah kebijakan investasi harus fokus pada peningkatan nilai tambah, ekspansi ekspor, dan penguatan kapasitas produksi dalam negeri. Dengan strategi ini, Indonesia bisa memperbesar dampak ekonomi sekaligus menekan risiko lingkungan.
“Kita ingin memastikan setiap investasi meningkatkan dampak. Dampak itu tercermin dari nilai tambah, peningkatan ekspor, serta pengurangan dampak lingkungan,” tegasnya. (SA/GIT)
Leave a comment