Jakarta, hotfokus.com
United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) mengakui strategi industri hilirisasi di Indonesia menarik perhatian masyarakat internasional hingga dinilai contoh terbaik.
Pengakuan tersebut tersebut terungkap saat peluncuran regional IDR 2026 melalui kegiatan Workshop: A Regional Launch Event of UNIDO’s Industrial Development Report (IDR) 2026 and Indonesia Development Talks 24th Edition di Jakarta.
“Ini bukti bahwa transformasi industri Indonesia mulai mendapat perhatian masyarakat internasional,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangan yang dilansir Selasa (28/7/2026).
Karenanya ke depan, menteri menegaskan akan terus memperkuat daya saing industri nasional agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah, menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kontribusi Indonesia dalam rantai nilai global.
Menurut Agus, Indonesia dipilih sebagai salah satu contoh praktik terbaik karena dinilai berhasil mendorong transformasi industri melalui kebijakan hilirisasi yang meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.
Dalam laporannya, UNIDO secara khusus menyoroti pengembangan industri pengolahan mineral kritis dan ekosistem kendaraan listrik nasional sebagai contoh keberhasilan Indonesia membangun industri berbasis nilai tambah. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat daya saing manufaktur sekaligus menciptakan peluang tumbuhnya industri baru.
Industrial Development Report (IDR) merupakan publikasi unggulan UNIDO yang memuat analisis mengenai perkembangan industri dunia sekaligus rekomendasi kebijakan bagi negara anggotanya. Laporan edisi 2026 mengulas berbagai perubahan yang membentuk wajah industri global, mulai dari transformasi teknologi, transisi energi, pergeseran investasi, hingga dinamika geopolitik.
Salah satu temuannya menunjukkan semakin kuatnya posisi Republik Rakyat Tiongkok sebagai pusat produksi industri dunia yang diikuti meningkatnya investasi manufaktur di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, terutama pada sektor kendaraan listrik dan industri baterai.
Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, menambahkan laporan tersebut menjadi salah satu rujukan penting bagi pemerintah dalam memahami arah perkembangan industri dunia sekaligus menyusun kebijakan yang mampu menjawab tantangan tersebut.
Pengakuan UNIDO terhadap Indonesia tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi industri sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap kebijakan hilirisasi yang tengah dijalankan pemerintah.
Dampaknya tidak hanya membuka peluang kerja sama industri dengan lebih banyak negara, tapi juga mendorong tumbuhnya industri bernilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global. (bi)
Leave a comment