Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina (Persero) terus menggenjot produksi migas dalam negeri guna menjaga ketahanan energi nasional. Terbaru, tambahan pasokan gas sebesar 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) berasal dari Proyek Sisi Nubi AOI 1-3-5 di Wilayah Kerja Mahakam.
Langkah ini menjadi respons terhadap tekanan geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia. Pertamina menilai peningkatan produksi domestik menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan nasional.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan komitmen tersebut. “Pertamina secara konsisten mendorong peningkatan produksi migas domestik sebagai fondasi utama ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Tambahan produksi ini datang dari keberhasilan Pertamina Hulu Mahakam dalam mengoperasikan Platform WPN-7 di lapangan lepas pantai Sisi Nubi, Kalimantan Timur. Sumur NB-701 mulai beroperasi sejak 25 Maret 2026 dengan produksi 9,8 MMSCFD, kemudian diikuti sumur NB-702 sebesar 12,5 MMSCFD pada 26 Maret 2026.
Capaian ini menjadikan WPN-7 sebagai platform ketiga yang aktif dari total enam fasilitas yang direncanakan dalam proyek tersebut. Produksi dari kedua sumur terus dioptimalkan melalui pemantauan intensif agar mampu mencapai target awal secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Pertamina juga telah mengoperasikan platform WPS-4 dan WPS-5 sebagai bagian dari pengembangan lapangan Mahakam.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa di tengah tekanan global, Pertamina tetap fokus menjalankan perannya sebagai penggerak utama ketahanan energi nasional,” tambah Baron.

Melalui langkah ini, Pertamina menjaga pasokan energi tetap aman sekaligus mendorong kemandirian energi nasional. (*)
Leave a comment