Home EKONOMI Gas Bumi atau Elpiji, Mana yang Lebih Hemat?
EKONOMINASIONAL

Gas Bumi atau Elpiji, Mana yang Lebih Hemat?

Share
1034-171857gasbumi5
1034-171857gasbumi5
Share

Jakarta -Harga elpiji semakin merangkak naik, sementara saat ini masyarakat punya pilihan lain yakni menggunakan gas bumi yang diklaim harganya jauh lebih murah dan hemat. Benarkah?

Seketaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Heri Yusup mengatakan, kedua bahan bakar gas tersebut, jelas sama-sama murah, namun pertanyaannya mana yang lebih baik dan jauh lebih murah?

“Masing-masing punya keunggulan, namun jika pertanyaannya mana yang lebih murah, tentu gas bumi jauh lebih murah dan hemat,” kata Heri kepadadetikFinance, Minggu (20/12/2015).

Heri mengatakan, mengapa gas bumi lebih hemat, karena gas bumi di Indonesia sangat banyak, tinggal disalurkan ke rumah-rumah melalui pipa gas.

Sementara elpiji, sampai saat ini sebagian besar masih diimpor karena produksi dalam negeri tidak cukup. Sekitar 67% elpiji diimpor terutama dari Timur Tengah.

“Anda bisa cek warga di Perumnas di Bogor, di Klender Jakarta Timur, Rusun Kebon Kacang dan yang sudah merasakan manfaat gas bumi, sangat murah, tiap bulan hanya membayar sekitar Rp 40.000/bulan, dan itu masak sampai sepuasnya, bandingkan dengan penggunaan elpiji yang rata-rata Rp 150.000 per bulan,” ungkapnya.

Namun, ia mengakui, penggunaan gas bumi belum banyak dimanfaatkan masyarakat.

“Kalau gas bumi kan harus memasang pipa gas dari sumur gas hingga ke rumah-rumah masyarakat, ini yang tidak mudah, selain perlu dana investasi yang tidak sedikit, perlu perizinan yang tidak mudah didapat dan alokasi gas dari Kementerian ESDM, tanpa itu gas bumi akan sulit dirasakan manfaatnya masyarakat kita,” kata Heri.

Di sisi lain, alternatif gas tentu ada di elpiji, karena elpiji dimasukkan ke dalam tabung, sehingga mudah dibawa.

“Kita saat ini terus genjot pemasangan pipa-pipa gas bumi ke perumahan, rumah susun dan apartemen, jadi tidak perlu susuh-susah isi ulang tabung tiap bulan atau bawa tabung ke lantai 7 lagi. Tidak perlu dipusingkan kenaikan harga elpiji, karena harga gas bumi stabil, lebih murah, tidak diimpor karena kita punya banyak,” tutupnya.

(rrd/drk)

SUMBER : www.detik.com |20 Desember 2015

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kementan mempercepat luas tambah tanam di 10 provinsi untuk menjaga produksi padi dan pasokan beras saat risiko kekeringan meningkat.
EKONOMI

Produksi Padi Terancam Cuaca Ekstrem? Kementan Siapkan Strategi Khusus di 10 Provinsi Ini

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi...

Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp100,6 triliun hingga April 2026, memperkuat APBN di tengah ketidakpastian global.
NASIONAL

Mantap, Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp100,6 Triliun, APBN Makin Kokoh di Tengah Gejolak Global

Jakarta, hotfokus.com Kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai mencatat sinyal positif hingga April...

EKONOMI

Fiskal & Moneter Solid. Menkeu Optimis Rupiah Kembali Menguat

Jakarta, hotfokus.com Meski mendapat tekanan yang begitu kuat dari dolar AS sampai...

Bursa Wirausaha Disiapkan Jadi Mesin Cetak 10 Juta Wirausaha Muda Baru
NASIONAL

Bursa Wirausaha Disiapkan Jadi Mesin Cetak 10 Juta Wirausaha Muda Baru

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah menargetkan lahirnya 10 juta wirausaha muda baru pada masa...