Home EKONOMI Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible
EKONOMI

Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible

Share
Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible
Share

Jakarta, hotfokus.com

Ekspor rajungan sulit menembus pasar Amerika Serikat (AS), jika pelaku usaha tidak melengkapi dengan dokumen Certificate of Admissible (CoA). Aturan tersebut
menyusul diberlakukannya ketentuan US Marine Mammal Protection Act (MMPA) terhadap produk perikanan.

“Tanpa adanya dokumen CoA, produk rajungan Indonesia tak akan bisa dijual dan diterima di negara tujuan ekspor,” kata Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lotharia Latif, dalam keterangannya Kamis (8/1/2026).

Untuk memfasilitasi para pelaku usaha mendapat dokumen tersebut, KKP sudah menerbitkan juknis penerbitan dokumen CoA hasil perikanan dari penangkapan ikan pada November 2025 lalu.

Bahkan sudah kerjasama dengan Asosiasi Perikanan Rajungan Indonesia (APRI) dan pihak terkait untuk mensosialisasikan dan menerbitkan ratusan sertifikat tersebut di 17 pelabuhan perikanan.

“Ini bukti bahwa persyaratan tersebut sudah menjadi kewajiban yang harus dipatuhi para pelaku usaha dalam pemanfaatan komoditas rajungan yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” jelasnya.

Dirjen menegaskan langkah yang dilakukan pemerintah tersebut untuk menjaga keberlanjutan akses pasar ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar AS.

Selain itu juga sebagai bentuk transparansi serta dukungan terhadap pelaku usaha agar produk perikanan Indonesia terus berdaya saing di pasar global. “Semuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia,” sebutnya. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kemenkop dan Kemensos bekerja sama memberdayakan KPM bansos melalui Kopdes Merah Putih agar penerima bantuan naik kelas sebagai anggota koperasi.
EKONOMI

Kemenkop Gandeng Kemensos Perdayakan KPM Bansos Via Kopdes

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Koperasi dan Kementerian Sosial menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk...

Sepanjang 2023, Nilai Transaksi Lelang DJKN Tembus Rp44,34 T
EKONOMI

Diskon Transportasi Nataru Dinilai Efektif Jaga Daya Beli

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah menilai diskon atau potongan tarif transportasi selama libur Natal...

Bank Indonesia menahan suku bunga 4,75% demi menjaga stabilitas rupiah, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di 2026.
EKONOMI

BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Sinyal Stabilitas Rupiah dan Arah Ekonomi 2026 Mulai Terbaca

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah yang bikin pelaku pasar...

Kopdes Jadi Wadah Ekonomi Desa untuk Generasi Muda
EKONOMI

Kopdes Jadi Wadah Ekonomi Desa untuk Generasi Muda

Jakarta, hotfokus.com Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) akan menjadi...