Jakarta, hotfokus.com
Koperasi desa kini makin percaya diri menembus pasar internasional. Buktinya, Koperasi Produsen Upland Subang Farm kembali mengirim manggis segar ke China dalam ekspor tahap kedelapan dengan volume mencapai 3 ton.
Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Ferry Juliantono selaku Menteri Koperasi. Ia menilai capaian tersebut membuktikan koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.
Sejak pengiriman perdana hingga tahap kedelapan, total nilai transaksi ekspor manggis ini telah mencapai Rp6,6 miliar. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa koperasi desa mampu menjadi pemain penting dalam rantai perdagangan internasional sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Ferry menegaskan koperasi memiliki potensi besar untuk memperkuat kesejahteraan petani dan memperluas jaringan bisnis. Ia juga melihat peluang baru melalui pengembangan usaha pengemasan nanas kaleng, yang nantinya akan mendapat dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
“Saya yakin koperasi Upland ini bisa membeli hasil petani dengan harga lebih baik, memperbaiki manajemen, dan memperluas ekspor,” ujar Ferry.
Peluang Ekspor Besar, Tantangan Modal Masih Menghantui
Di sisi lain, Manager Koperasi Upland Subang Farm, Dadang Firmansyah, mengungkapkan permintaan pasar internasional terhadap manggis dan nanas terus meningkat. Namun, keterbatasan modal masih menjadi tantangan utama yang harus dihadapi koperasi.
“Buyer dari berbagai negara datang, tapi kemampuan modal kami belum bisa mengimbangi permintaan. Karena itu kami berharap dukungan LPDB agar permodalan semakin kuat,” kata Dadang.
Ia menjelaskan, tambahan pembiayaan akan membantu koperasi meningkatkan kualitas produk dan memperbaiki penanganan pasca panen. Langkah ini penting agar koperasi mampu memenuhi standar ekspor dan menjaga kepercayaan pembeli internasional.
Keberhasilan ekspor manggis ini sekaligus menegaskan peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa. Selain membuka akses pasar global, capaian ini juga memberi peluang bagi Subang untuk mengembangkan komoditas unggulan lainnya.
Dengan dukungan pembiayaan dan penguatan manajemen, koperasi seperti Upland Subang Farm berpeluang memperluas ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Momentum ini menunjukkan koperasi desa bukan lagi pemain kecil, tetapi kekuatan baru dalam perdagangan global. (DIN/GIT)
Leave a comment