Home NASIONAL DARMAYANTI LUBIS : INDONESIA ALAMI DEGRADASI SUMBER DAYA
NASIONAL

DARMAYANTI LUBIS : INDONESIA ALAMI DEGRADASI SUMBER DAYA

Share
Share

MANADO, HOTFOKUS – Tanpa terlebih dahulu meningkatkan kualitas keluarga, peran perempuan dan anak di daerah dipastikan jalan di tempat.

Wakil Ketua DPD RI Prof Dr Darmayanti Lubis di Manado mengatakan, peningkatan kualitas keluarga harus memiliki payung hukum berupa UU Ketahanan Keluarga.

Menurut dia Rancangan UU Ketahanan Keluarga saat ini sedang dibahas Komite III DPD RI. Nantinya RUU itu akan diusulkan ke DPR untuk disahkan menjadi Undang-Undang.

Dalam siaran pers yang dikirim Sekretariat Jenderal DPD RI disebutkan, Darmayanti menilai Indonesia secara keseluruhan sedang mengalami degradasi sumberdaya manusia. Dari kasus narkoba sampai perdagangan perempuan dan kekerasan terhadap anak terjadi di berbagai daerah.

Menurut Darmayanti yang harus dilakukan daerah dalam menghadapi persoalan-persoalan degradasi moral adalah melibatkan seluruh komponen masyarakat, bukan hanya menyerahkan kepada pemerintah pusat atau daerah.

Adanya payung hukum yang jelas bisa melahirkan program-program pemberdayaan keluarga. Dengan keluarga yang kuat terhadap pengaruh globalisasi diharapkan degradasi moral yang terjadi selama ini makin menurun dan jika mungkin menghilang, katanya.

Hal tersebut disampaikan Darmayanti dalam acara Dialog Fasilitasi Upaya Perlindungan Perempuan Terhadap Tindak Kekerasan dengan tema “Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dalam Kerangka Ketahanan Keluarga” di Kantor DPRD Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis.

Acara itu dihadiri Ir. Stefanus B.A.N Liow. Anggota DPD-RI Dapil Sulawesi Utara, Mikie Junitah Wenur, Ketua DPRD Kota Tomohon dan Walikota Tomohon Jimi Fedieeman. Dan juga dihadiri tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh pemberdayaan Perempuan dan Anak Sulawesi Utara.

Dalam kunjungan kerjanya, Wakil Ketua DPD RI juga mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan kelas II Menado.

Masih Kurang Melindungi

Secara terpisah, Walikota Tomohon berharap persoalan kekerasan terhadap permpuan dan anak memang sudah diatur dalam UU Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan. Namun UU tersebut masih kurang melindungi kepentingan anak dan perempuan sebagai korban kekerasan. Untuk itu perlu keterlibatan semua pihak untuk mensukseskan program perlindungan perempuan dan anak. pihaknya juga berharap

DPD diberikan Kewenangan lebih dalam membuat UU. Sehingga apa yang disuarakan daerah dapat diimplementasikan dalam bentuk UU.

Stefanus, anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Utara, mengatakan RUU Ketahanan Keluarga saat ini sedang dibahas di Komite III dan akan dimasukkan dalam DIM usulan RUU inisiatif dari DPD tahun 2018.

Pihaknya berjanji akan segara melakukan harmonisasi hukum sehingga menghasilkan UU yang sesuai dengan kebutuhkan di masyarakat. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ancaman Kerusakan Kian Masif, Pemulihan Ekosistem Harus Aktif
NASIONAL

Ancaman Kerusakan Kian Masif, Pemulihan Ekosistem Harus Aktif

Jakarta, hotfokus.com Kerusakan laut akibat pencemaran hingga aktivitas penangkapan ilegal yang berdampak...

Kemenperin Fasilitasi 232 IKM di Kalsel Peroleh Sertifikasi Halal Selama 2025
NASIONAL

Kemenperin Fasilitasi 232 IKM di Kalsel Peroleh Sertifikasi Halal Selama 2025

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi 232 pelaku industri kecil menengah (IKM)...

Menko AHY menegaskan evakuasi pesawat IAT di wilayah pegunungan mengutamakan keselamatan, sementara investigasi menyeluruh masih berlangsung.
NASIONAL

Pesawat IAT Jatuh di Pegunungan, Menko AHY Fokus Evakuasi dan Buka Opsi Investigasi Menyeluruh

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah langsung bergerak cepat menyikapi kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport...

Meski jalur sudah terbuka terbatas, KAI tetap membatalkan 34 perjalanan KA pasca banjir Pekalongan demi menjaga keselamatan penumpang.
NASIONAL

Banjir Belum Usai, KAI Batalkan 34 Perjalanan KA Demi Keselamatan Penumpang

Jakarta, hotfokus.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) memilih tidak mengambil risiko di...