Home INTERNASIONAL Bisa Timbul Konflik Jika Yerusalem Jadi Ibukota Israel
INTERNASIONAL

Bisa Timbul Konflik Jika Yerusalem Jadi Ibukota Israel

Share
Share

JAKARTA — Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi Munawar menilai rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendukung pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem sangat kontraproduktif dengan penyelesaian konflik Palestina. Selain bertentangan dengan resolusi internasional, kebijakan tersebut akan membuat ketegangan memuncak di timur tengah.

“Memindahkan ibukota Israel ke Yerusalem sesungguhnya akan semakin meningkatkan konflik dan ketegangan yang berkepanjangan di Timur Tengah. Hal ini disebabkan karena Yerusalem merupakan salah satu epicentrum perjuangan utama bagi bangsa Palestina, karena adanya Al Quds,” ungkap Rofi Munawar dalam keterangan persnya, Senin (04/12).

Politisi asal Jawa Timur ini menambahkan, relokasi kedutaan besar AS bersamaan dengan rencana menetapkan Yerusalem sebagai ibukota Israel merupakan salah satu janji kampanye Trump saat pemilihan Presiden. Ironisnya kebijakan luar negeri AS ini secara faktual sangat merugikan dan tidak mempertimbangkan kepentingan Palestina.

“Trump selama ini telah secara jelas menjadikan Yerusalem dan Palestina sebagai komoditas kampanye dalam pemilihan presiden, hal ini dilakukan sebagai cara mencari dukungan dari kalangan Yahudi,” sesal Rofi.

Dia juga menjelaskan sejumlah alasan mengapa Yerusalem tidak bisa dijadikan ibukota oleh israel, diantaranya resolusi yang telah dikeluarkan oleh Komite Warisan Budaya Organisasi Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) yang memutuskan hilangnya kedaulatan Israel atas Kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki. Selain itu juga, bagi umat Islam keberadaan Yerusalem memiliki sejarah panjang dalam proses perjuangan melawan israel.

“Komunitas internasional dan PBB harus bersikap tegas terhadap rencana Donald Trump ini. Adapun OKI harus mengambil inisiatif yang lebih proaktif dalam menanggapi isu ini” pungkas rofi.

Sebagaimana diketahui, Menteri Luar Negeri Palestina Riad al-Maliki pada Ahad (3/12) mendesak Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) segera menggelar rapat untuk membahas situasi politik terkini di Yerusalem. Seruan tersebut ia sampaikan menyusul laporan yang menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump kini sedang bersiap untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ketegangan AS–Venezuela Bayangi Rantai Pasok, Ekspor RI Perlu Waspada
INTERNASIONAL

Ketegangan AS–Venezuela Bayangi Rantai Pasok, Ekspor RI Perlu Waspada

Jakarta, Hotfokus.com Ketegangan geopolitik global kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan...

INTERNASIONAL

Lagi, RI Kirim 243 Pekerja Migran ke Korsel. Bekerja Sambil Belajar

Jakarta, hotfokus.com Lagi, Indonesia melalui skema government to government (G to G)...

Ekspor rebar Indonesia ke Australia kembali terbuka setelah penyelidikan antidumping dihentikan. Produk baja RI dipastikan bebas BMAD.
INTERNASIONAL

Produk Rebar Indonesia Bebas BMAD, Ekspor Ke Australia Siap Digenjot

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah Australia resmi menghentikan penyelidikan antidumping terhadap produk hot rolled...

INTERNASIONAL

Uni Eropa ‘Ngotot’ Ajukan Countervailing Duties Pada Produk Baja Nirkarat RI

Jakarta, hotfokus.com Menyusul keluarnya putusan panel sengketa DS616 Badan Perdagangan Dunia (WTO),Uni...