Home LISTRIK PSEL Bekasi Gebrak Masalah Sampah, 500 Ribu Ton Bakal Diolah Jadi Listrik
LISTRIK

PSEL Bekasi Gebrak Masalah Sampah, 500 Ribu Ton Bakal Diolah Jadi Listrik

Share
PSEL Bekasi Gebrak Masalah Sampah, 500 Ribu Ton Bakal Diolah Jadi Listrik
Disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (keempat dari kiri), Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono (kedua dari kiri), Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi KESDM, Eniya Listiani Dewi (ketiga dari kiri), Gubernur Jawa barat, Dedi Mulyadi (kelima dari kanan), Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono (paling kiri), Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, (keempat dari kanan), CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Fadli Rahman (ketiga dari kanan), Chairman of BOD of Mizuda Group, Shan Jianming (kedua dari kanan), dan Chairman of Wangneng, Shan Chao (paling kanan), penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik dilakukan oleh Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo (kelima dari kiri) bersama Chairman of Wangneng Bekasi Environment, Lyu Zhigang (keenam dari kanan) dalam agenda peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi di Bantargebang, pada Rabu (26/8).
Share

Jakarta, hotfokus.com

Kota Bekasi bersiap memiliki solusi baru untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menambah pasokan energi. Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kini memasuki tahap pembangunan setelah PLN menandatangani Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL).

Fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun. Kapasitas itu mencakup sekitar 70% timbulan sampah terolah di Kota Bekasi.

Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun tersebut memiliki kapasitas listrik netto 27,4 MW. Produksinya diperkirakan mencapai 223.584 MWh per tahun, setara kebutuhan sekitar 55 ribu rumah tangga berdaya 450 VA.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan listrik hasil pengolahan sampah akan kembali dimanfaatkan masyarakat Bekasi.

“Sampah Kota Bekasi masuk ke sini (PSEL), kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,” ujar Darmawan.

PSEL Bekasi Pangkas Sampah dan Emisi

Selain menghasilkan energi, fasilitas ini ditargetkan memangkas kebutuhan lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hingga 90%. PSEL Bekasi juga berpotensi mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO₂ setiap tahun.

Proyek tersebut turut membuka peluang sekitar 1.000 lapangan kerja hijau. Pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan PSEL dengan menyederhanakan berbagai aturan yang selama ini menghambat pengembangan waste to energy.

Pada agenda Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi di Bantargebang pada Rabu (26/8), Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa percepatan penanganan sampah membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pihaknya terus mengawal pelaksanaan program dan menyelesaikan berbagai hambatan yang muncul, sementara pembangunan dan proses bisnis dijalankan oleh para pihak terkait sesuai perannya masing-masing.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai penyederhanaan regulasi menjadi langkah penting agar proyek pengolahan sampah dapat bergerak lebih cepat.

“Dari sini tinggal tiga aturan,” kata Zulkifli.

Darmawan menegaskan bahwa manfaat utama proyek ini bukan sekadar listrik. Menurutnya, PSEL harus menyelesaikan persoalan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Pada agenda Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi, di Bantargebang, Rabu (26/8), Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir mengatakan bahwa pembangunan PSEL Kota Bekasi merupakan bagian dari percepatan penanganan persoalan sampah melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product,” tuturnya. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
LISTRIK

PLTS 100 GWp Jadi Senjata Baru Indonesia, Investasi Rp1.140 Triliun

Jembrana, Hotfokus.com Indonesia mulai menggeber pengembangan energi surya dalam skala raksasa. Presiden...

PLN SustainAction 2026 Resmi Dibuka, Inovator Bisa Bawa Gagasan Hijau ke Level Lebih Jauh
LISTRIK

PLN SustainAction 2026 Resmi Dibuka, Inovator Bisa Bawa Gagasan Hijau ke Level Lebih Jauh

Jakarta, hotfokus.com PLN kembali membuka PLN SustainAction 2026 untuk menjaring berbagai gagasan...

PLN Pacu Geotermal, Kapasitas Panas Bumi Dibidik 7,9 GW pada 2033
LISTRIK

PLN Pacu Geotermal, Kapasitas Panas Bumi Dibidik 7,9 GW pada 2033

Jakarta, Hotfokus.com PT PLN (Persero) menggeber pengembangan energi panas bumi sebagai bagian...

PLN Tebar Promo Merdeka Daya, Tambah Listrik Kini Potongan 50 Persen*
LISTRIK

PLN Tebar Promo Merdeka Daya, Tambah Listrik Kini Potongan 50 Persen

Jakarta, hotfokus.com PLN menghadirkan program Merdeka Daya untuk menyambut HUT ke-81 Republik...