Home PERTAMINA CCS Pertamina Tembus 7,3 GT, Indonesia Dibidik Jadi Hub Karbon Asia
PERTAMINA

CCS Pertamina Tembus 7,3 GT, Indonesia Dibidik Jadi Hub Karbon Asia

Share
CCS Pertamina Tembus 7,3 GT, Indonesia Dibidik Jadi Hub Karbon Asia
Share

Jakarta, hotfokus.com

Pertamina menggeber pengembangan
Carbon Capture and Storage (CCS) serta
Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) untuk membangun bisnis rendah karbon di Indonesia.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari Dual Growth Strategy Pertamina. Strategi ini menggabungkan penguatan bisnis energi utama dengan ekspansi portofolio rendah karbon untuk mengejar target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina Emma Sri Martini mengatakan perusahaan harus beradaptasi dengan perubahan iklim, dinamika geopolitik, dan perkembangan teknologi.

“CCS merupakan salah satu kunci utama dekarbonisasi operasional dan perluasan portofolio rendah karbon Pertamina,” ujar Emma dalam IICCS Forum 2026 di Jakarta.

13 Lokasi Punya Potensi 7,3 GT CO₂

Pertamina kini mengkaji sekitar 13 lokasi CCS/CCUS yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Total potensi penyimpanan karbon dari lokasi tersebut mencapai 7,3 gigaton (GT) CO₂

Salah satu proyek yang menjadi perhatian yakni CCS Hub Asri Basin. Kawasan tersebut menyimpan potensi hingga 2,9 GT CO₂ dan dapat menampung emisi dari Indonesia maupun negara di kawasan.

Pertamina juga mengembangkan konsep shared infrastructure untuk menekan biaya penyimpanan karbon. Skema tersebut memungkinkan sejumlah perusahaan pengguna fasilitas berbagi infrastruktur CCS.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan kapasitas penyimpanan Indonesia membuka peluang besar di tingkat regional.

“Dengan potensi penyimpanan karbon yang besar, Indonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pengembangan CCS di kawasan,” kata Baron.

Pertamina juga mendorong kolaborasi industri dan kepastian pembiayaan untuk mempercepat proyek. Selain itu, dukungan regulasi serta keselarasan standar antarnegara, termasuk sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV), menjadi faktor penting dalam transfer karbon lintas batas. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Terminal Palaran Dikebut, Elnusa Catat Progres Konstruksi di Atas Target
PERTAMINA

Terminal Palaran Dikebut, Elnusa Catat Progres Konstruksi di Atas Target

Jakarta, hotfokus.com Pembangunan Terminal Terpadu Palaran di Samarinda, Kalimantan Timur, memasuki fase...

PERTAMINA

EPF Baru PHR di Libo Resmi Jalan, Produksi Migas Riau Makin Digeber

LIBO, hotfokus.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan menambah amunisi untuk...

PERTAMINA

PHE Tancap Gas Kembangkan CCS, Karbon Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Baru

Jakarta, hotfokus.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) semakin serius mengembangkan teknologi penangkapan...

PERTAMINA

Konservasi Orang Utan Jadi Perhatian Pertamina, 600 Ribu Pohon Menghijaukan Kalimantan

Balikpapan, hotfokus.com PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memperluas aksi pelestarian orang utan...