Kutai Kartanegara, Hotfokus.com
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) kembali mencatat hasil positif dari pengembangan lapangan migas di Struktur Semberah, Kalimantan Timur. Dua sumur baru, SEM-206 dan SEM-207, menghasilkan gas serta kondensat jauh melampaui sasaran awal.
Pada uji produksi, SEM-206 mengalirkan gas sebesar 5,3 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) dan kondensat 706 barel per hari (bcpd). Capaian tersebut mencapai dua kali lipat dari target produksi yang sebelumnya ditetapkan.
Hasil lebih tinggi terlihat pada SEM-207. Sumur tersebut menghasilkan 3,11 mmscfd gas dan 103 bcpd kondensat atau sekitar empat kali lebih besar dari target awal.
Strategi Baru di Lapangan Migas Mature
Kedua sumur mampu mengalirkan produksi secara natural melalui metode open flow. SEM-206 memanfaatkan tiga lapisan reservoir, sementara SEM-207 memperoleh dukungan dari satu lapisan reservoir dengan tekanan yang memadai.
General Manager Zona 9 PHSS Dadang Soewargono mengatakan capaian itu menunjukkan pentingnya pengembangan sumur baru untuk menjaga performa lapangan yang telah matang.

“Keberhasilan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mengembangkan potensi lapangan melalui investasi, teknologi, dan inovasi, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi migas di Kalimantan,” kata Dadang.
Dari sisi waktu, PHSS menyelesaikan pengeboran hingga pengujian SEM-206 dalam 45 hari. Adapun SEM-207 rampung hanya dalam 13 hari.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Kedua proyek mencatat 75.600 jam kerja selamat pada SEM-206 dan 27.216 jam pada SEM-207.
Selain produksi dan keselamatan, PHSS mencatat penggunaan biaya yang lebih efisien karena realisasi pengeboran kedua sumur berada di bawah anggaran.

Menurut Dadang, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lapangan mature membutuhkan perencanaan yang matang, penerapan teknologi, inovasi, serta eksekusi yang disiplin. ***
Leave a comment