Jakarta, situsenergi.com
Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) semakin agresif mencari peluang bisnis di luar negeri. Aljazair dan Irak kini menjadi target pengembangan pasar jasa pengeboran perusahaan, selain Timor-Leste.
Perusahaan tidak ingin mengejar ekspansi secara serampangan. Direktur Marketing dan Commercial Pertamina Drilling Jufrihadi mengatakan pihaknya menilai kesiapan teknologi, aspek komersial, regulasi, dan risiko sebelum mengambil peluang di negara lain.
“Kami melihat peluang global sebagai ruang untuk membawa kapabilitas Pertamina Drilling ke tingkat yang lebih luas,” ujar Jufrihadi dalam Supplier Engagement Day 2026 di Jakarta, 11 Agustus 2026.
Modal Ekspansi Pertamina Drilling
Pertamina Drilling memiliki 58 rig untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Armada tersebut mencakup 53 land rig, dua offshore workover rig, dan dua offshore jack-up rig.
Selain armada, perusahaan mengandalkan lebih dari 110 layanan associated drilling. Pertamina Drilling juga memiliki Indonesia Drilling Training Center (IDTC) dengan fasilitas real 150 HP rig, simulator well control, pelatihan praktik, serta program sertifikasi.
Di Aljazair, perusahaan menyiapkan portofolio layanan yang cukup lengkap. Mulai dari drilling fluid, directional drilling, cementing, fishing, coring, casing running, hingga workover support menjadi bagian dari penawaran.
Pertamina Drilling turut membuka peluang technical supervision dan penguatan kemampuan mitra lokal untuk mendukung operasional di negara tersebut.
Penjajakan Pasar Irak Berlanjut
Irak juga menjadi pasar yang terus dijajaki Pertamina Drilling. Perusahaan menawarkan peluang pada sektor drilling and well intervention, Integrated Project Management (IPM), layanan pendukung pengeboran, serta operasi dan pemeliharaan.
Komunikasi dengan Iraqi Drilling Company (IDC) sudah berlangsung. Pertamina Drilling mengunjungi Basra pada September 2025 dan kembali melakukan pembahasan lanjutan pada Juni 2026.
Jufrihadi menyebut kemitraan akan memegang peran penting dalam strategi tersebut. “Kami akan mengombinasikan pengalaman dan kapabilitas Pertamina Drilling dengan kekuatan mitra strategis,” katanya.
Di sisi lain, Pertamina Drilling terus memperluas sinergi teknologi dan bisnis dengan sejumlah perusahaan global. Kolaborasi tersebut melibatkan SLB, Halliburton, PGI Technologies, Baker Hughes, Marubeni, dan ADES Group.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pertamina Drilling memperkuat posisi sebagai penyedia jasa pengeboran dan layanan energi terintegrasi yang mampu bermain di pasar internasional. (*)
Leave a comment