Home PERTAMINA Sampah Jadi Cuan, Kampung Cemara Hasilkan Rp200 Juta Setahun
PERTAMINA

Sampah Jadi Cuan, Kampung Cemara Hasilkan Rp200 Juta Setahun

Share
Sampah Jadi Cuan, Kampung Cemara Hasilkan Rp200 Juta Setahun
Share

Jakarta, hotfokus.com

Warga Gang Hijau Cemara, Koja, Jakarta Utara, membuktikan sampah bisa memiliki nilai ekonomi. Melalui Kampung Cemara binaan Pertamina Lubricants, aktivitas pengelolaan lingkungan kini menghasilkan manfaat ekonomi hingga Rp150 juta-Rp200 juta per tahun.

Program tersebut berkembang dari inisiatif warga yang sudah berjalan sejak 2013. Dukungan Pertamina Lubricants sejak 2022 kemudian memperkuat berbagai kegiatan yang menggabungkan kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Kelompok Pengelola Gang Hijau Cemara Dani Arwanto mengatakan program terus mengalami perkembangan.

“Sejak tahun 2022 sampai saat ini kegiatan dan program yang ada di tempat kami terus berlanjut dan semakin meningkat,” ujar Dani.

Ekonomi Sirkular Berbasis Sampah

Warga tidak sekadar mengumpulkan sampah. Mereka mengolah sampah organik menjadi maggot, pakan ternak dan ikan, serta pelet biomassa.

Aktivitas tersebut terhubung dengan bank sampah dan UMKM. Pengelolaan sampah juga mendukung TOSS serta Bengkel Cemara yang melibatkan masyarakat.

Konsep serupa masuk ke dunia pendidikan melalui Green PAUD Cemara. Program pendidikan gratis itu telah berjalan hingga tujuh angkatan dan menerapkan pembayaran berupa setoran sampah dua kilogram setiap bulan.

“Wali murid juga kami berikan edukasi untuk peduli terhadap lingkungan,” tutur Dani.

Program tersebut mampu memangkas sampah yang masuk ke TPA sekitar 30%-40%. Sementara itu, kegiatan rumah pangan serta budidaya buah dan ikan menghasilkan sekitar 1-1,5 ton pangan lokal per tahun.

Sampah Bisa Bayar Ganti Oli

Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan Kampung Cemara menunjukkan bahwa program lingkungan dapat berjalan bersama aktivitas ekonomi masyarakat.

“Di Kampung Cemara ini ada banyak program ramah lingkungan yang di satu sisi menjaga lingkungan, dan di sisi lain memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitarnya,” kata Rika.

Salah satu inovasi menarik hadir melalui Bengkel Cemara. Warga bisa menukarkan tabungan sampah sekitar lima kilogram untuk membayar jasa penggantian oli.

Dengan mekanisme tersebut, warga tidak perlu menyiapkan uang tunai saat waktunya mengganti oli. Tabungan sampah yang terkumpul menjadi alat pembayaran sekaligus mendorong masyarakat rutin memilah sampah.

“Dalam satu bulan mereka sudah bisa mengganti oli tanpa menggunakan uang, tetapi memanfaatkan tabungan sampah,” ujar Rika. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Pertamina Kaitkan Hari Kesaktian Pancasila dengan Misi Menjaga Energi Nasional
PERTAMINA

Pertamina Kaitkan Hari Kesaktian Pancasila dengan Misi Menjaga Energi Nasional

Jakarta, Hotfokus.com Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi kesempatan...

958 Koperasi Desa Merah Putih Kini Dapat Dukungan Distribusi LPG 3 Kg Pertamina
PERTAMINA

958 Koperasi Desa Merah Putih Kini Dapat Dukungan Distribusi LPG 3 Kg Pertamina

Jakarta, Hotfokus.com Pertamina Patra Niaga terus memperluas dukungannya terhadap Program Koperasi Desa/Kelurahan...

Demam MotoGP Mandalika 2026 Memuncak, Pertamina Siapkan Kejutan Luar Biasa untuk Penonton
PERTAMINA

Demam MotoGP Mandalika 2026 Memuncak, Pertamina Siapkan Kejutan Luar Biasa untuk Penonton

Jakarta, Hotfokus.com Gelombang euforia balap motor paling bergengsi sejagat bakal segera menyapu...

PERTAMINA

Pertamina Sulap Limbah dan Air Jadi Penggerak Ekonomi Warga Sumbar

Sumbar, Hotfokus.com PT Pertamina Patra Niaga mengembangkan potensi masyarakat di Sumatera Barat...