Jakarta, hotfokus.com
PLN memperluas pengembangan energi hidrogen untuk mendukung peralihan dari energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Komitmen itu disampaikan dalam Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk mempercepat pengembangan hidrogen nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai hidrogen dapat menjadi energi alternatif penting bagi Indonesia. Selain mendukung transisi energi, pengembangannya juga dapat memperkuat hilirisasi sumber daya nasional.
“Pengembangan hidrogen sejalan dengan arahan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo. Hidrogen merupakan energi alternatif yang sangat penting,” kata Bahlil.
Sementara itu, Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi mengungkapkan terdapat 93 inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia. Berbagai proyek tersebut telah menghasilkan nilai investasi sebesar Rp32 triliun.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan perusahaan mendorong pengembangan hidrogen melalui kerja sama dengan pemerintah, BUMN, pelaku industri, akademisi, dan mitra internasional.
“Hidrogen merupakan solusi transisi dari energi fosil ke energi masa depan. PLN siap memimpin pengembangan ekosistem hidrogen nasional secara terintegrasi,” ujar Darmawan.
PLN mengoperasikan Green Hydrogen Plant pertama di Indonesia pada 2023 di PLTGU Muara Karang, Jakarta. Hingga kini, perusahaan telah menjalankan 24 GHP di berbagai lokasi dengan total kapasitas produksi mencapai 203,6 ton hidrogen hijau per tahun.
Selain fasilitas produksi, PLN juga menyiapkan Hydrogen Refueling Station dan Hydrogen Center. Perusahaan turut mengembangkan kajian mobilitas hidrogen serta proyek green hydrogen bersama sejumlah mitra.

“Bagi PLN, hidrogen bukan sekadar energi bersih, tetapi industri masa depan yang akan memperkuat ketahanan energi,” kata Darmawan (*)
Leave a comment