TIDORE, hotfokus.com
PT PLN (Persero) menghadirkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat melalui Relawan Bakti BUMN 2026 di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Mengusung tema “Energi Berkelanjutan untuk Tidore Berdaya”, kegiatan tersebut mendorong pemanfaatan potensi daerah sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat agar lebih mandiri.
Program ini mencakup empat bidang utama, yaitu ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian yakni pemanfaatan 42 ton Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLTU Tidore menjadi paving block.
PLN kemudian memanfaatkan paving block tersebut untuk sejumlah fasilitas publik. Di antaranya halaman TK Rum Balibunga serta kawasan bengkel mesin kapal.
FABA Jadi Produk Bernilai Guna
Pemanfaatan limbah PLTU tidak menjadi satu-satunya fokus program. PLN juga memberikan pendampingan kepada bengkel mesin kapal yang dikelola koperasi unit desa.
Selain itu, masyarakat mendapat dukungan untuk mengembangkan produk olahan berbahan dasar pala. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.
Pada sektor lingkungan, PLN menanam pohon kaliandra di area seluas 9.000 meter persegi di sekitar PLTU Tidore. Tanaman tersebut akan dikembangkan sebagai sumber biomassa untuk mendukung ekosistem co-firing PLTU.
PLN juga mendorong masyarakat membentuk kelompok bank sampah. Kegiatan itu disertai edukasi mengenai pemilahan sampah, pembangunan sumur bor, serta pembenahan saluran distribusi air bersih.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Nurlely Aman mengatakan program pemberdayaan harus memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar bantuan.
“Pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi bagaimana masyarakat dapat memiliki kapasitas dan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ujar Nurlely.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Perhatian
Relawan Bakti BUMN 2026 juga menyentuh kebutuhan pendidikan masyarakat Tidore. PLN membantu memperbaiki halaman sekolah, menyediakan perlengkapan belajar, serta memperbaiki atap ruang belajar siswi pesantren.
Para relawan kemudian mengisi kegiatan dengan pembelajaran interaktif. Mereka juga memberikan sesi berbagi dan motivasi kepada siswa, santriwati, serta orang tua.
PLN turut mengangkat sejarah Tidore melalui peremajaan Monumen Pengibaran Bendera Pertama. Selain itu, perusahaan menyediakan infografis yang memuat informasi sejarah.
Di bidang kesehatan, PLN menggelar pemeriksaan gratis bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Ring 1 PLTU Tidore. Warga juga memperoleh makanan tambahan, vitamin, dan asupan bergizi.
Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah menyambut positif kehadiran para relawan dan BUMN dalam kegiatan tersebut.
“Kehadiran para relawan membawa energi positif bagi masyarakat,” ujar Sultan Tidore.
General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara Dony Noor Gustiarsyah mengatakan Tidore memiliki berbagai potensi yang masih dapat dikembangkan.
Menurutnya, PLN ingin memastikan program yang hadir di tengah masyarakat tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
“Kami ingin setiap program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan yang terus tumbuh di masyarakat,” kata Dony.

Melalui Relawan Bakti BUMN 2026, PLN menargetkan kolaborasi dengan masyarakat Tidore dapat memberikan manfaat berkelanjutan. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas warga dan mengembangkan potensi lokal, bukan sekadar menjalankan agenda sosial. (*)
Leave a comment