Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus memperkuat hubungan dengan kalangan media melalui kegiatan Media Luncheon bertema “Merajut Dialog, Membangun Sinergi” yang berlangsung di Balikpapan, Kamis (2/7). Kegiatan ini menjadi wadah diskusi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menyampaikan informasi yang objektif dan edukatif mengenai industri hulu minyak dan gas bumi kepada masyarakat.
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan media memiliki kontribusi besar dalam membangun pemahaman publik terhadap sektor migas, terutama di tengah tantangan bisnis dan kondisi geopolitik global yang terus berkembang.
“Dukungan insan media dalam menghadirkan berita yang akurat, berimbang, dan edukatif menjadi pendorong pemahaman dan dukungan publik terhadap industri hulu migas,” kata Dony.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas produksi migas saat ini semakin kompleks karena sebagian besar lapangan telah memasuki fase secondary recovery dan tertiary recovery. Di sisi lain, kebutuhan minyak nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru berada di kisaran 605 ribu barel per hari.

Menurut Dony, kondisi tersebut membuat setiap barel minyak yang diproduksi memiliki arti penting bagi upaya menjaga ketahanan energi nasional. Karena itu, ia berharap informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap mengedepankan akurasi agar dukungan publik terhadap kegiatan hulu migas terus terjaga.
“Jangan sampai pemberitaan yang tidak akurat menyebabkan masyarakat tidak memberikan dukungan yang diperlukan sehingga dapat memengaruhi kemampuan perusahaan dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Analis Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, Khusnul Istiqomah, menilai media menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan berbagai capaian industri migas kepada masyarakat.
“Melalui pemberitaan yang akurat dan informatif, masyarakat dapat mengetahui berbagai upaya dan kinerja yang kami lakukan dalam rangka mendukung ketahanan energi dalam negeri,” tutur Khusnul.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI mengelola wilayah operasi hulu migas Regional 3 Kalimantan. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan produksi sekitar 58 ribu barel minyak per hari serta 630 juta standar kaki kubik gas per hari. *
Leave a comment