Home PERTAMINA Potensi EBT Indonesia Tembus 3.600 GW, Pertamina NRE Soroti Hambatan Realisasi Proyek
PERTAMINA

Potensi EBT Indonesia Tembus 3.600 GW, Pertamina NRE Soroti Hambatan Realisasi Proyek

Share
Potensi EBT Indonesia mencapai 3.600 GW, namun percepatan investasi dan proyek masih menjadi tantangan utama transisi energi.
Share

Jakarta, hotfokus.com

Indonesia memiliki cadangan energi baru dan terbarukan (EBT) yang sangat besar, bahkan mencapai lebih dari 3.600 gigawatt (GW). Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan kontribusi optimal terhadap percepatan transformasi energi nasional.

Persoalan itu menjadi sorotan dalam forum bertajuk #EnergiMasaKini: Cheap & Clean Energy Now! yang mempertemukan mahasiswa, komunitas energi, akademisi, praktisi, hingga pembuat kebijakan untuk membahas masa depan energi bersih di Indonesia.

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Norman Ginting, menilai tantangan terbesar saat ini bukan lagi menemukan sumber energi hijau. Menurutnya, pekerjaan rumah yang lebih mendesak adalah mempercepat investasi dan memastikan proyek-proyek energi terbarukan dapat segera terealisasi.

Norman, yang juga menjabat sebagai Direktur Proyek dan Operasi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), mengatakan Indonesia perlu menambah kapasitas energi terbarukan sekitar 6 hingga 8 GW setiap tahun guna memenuhi target bauran energi nasional.

Untuk mencapai target tersebut, berbagai faktor pendukung harus berjalan beriringan, mulai dari regulasi yang kondusif, akses pembiayaan yang kompetitif, kesiapan infrastruktur kelistrikan, ketersediaan lahan, hingga penguatan rantai pasok nasional.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat kemampuan industri domestik agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi energi bersih, tetapi mampu menjadi pelaku utama dalam pengembangannya.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, menilai forum tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai energi bersih sekaligus memperluas kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Menurut Sri, keterlibatan generasi muda menjadi elemen penting dalam keberhasilan transisi energi. Kehadiran mereka sebagai inovator, profesional, dan calon pemimpin masa depan dinilai akan menentukan arah pengembangan sektor energi nasional.

Melalui kerja sama dengan komunitas, akademisi, pemerintah, dan berbagai mitra strategis, Pertamina NRE terus mendorong pengembangan energi rendah karbon sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada 2060 atau lebih cepat. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kebakaran KMP Batumandi Picu Respons Cepat PTK, Ratusan Meter Pengaman Laut Disiapkan
PERTAMINA

Kebakaran KMP Batumandi Picu Respons Cepat PTK, Ratusan Meter Pengaman Laut Disiapkan

Jakarta, Hotfokus.com Insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Selat...

Princeton University Pelajari Inovasi Digital Pertamina, Begini Peran AI di Bisnis Energi
PERTAMINA

Princeton University Pelajari Inovasi Digital Pertamina, Begini Peran AI di Bisnis Energi

Jakarta, Hotfokus.com Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital di industri energi...

Pembangkit panas bumi PGE yang mendukung produksi listrik 4.114 GWh hingga September 2026
PERTAMINA

Produksi Listrik Panas Bumi PGE Melonjak, Rekor Baru Tercipta pada 2026

Jakarta, Hotfokus.com Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menorehkan pencapaian baru dalam produksi...

Rig Pertamina Drilling 1.500 HP untuk eksplorasi migas nonkonvensional
PERTAMINA

Pertamina Drilling Siapkan Armada untuk Buka Potensi Migas Nonkonvensional RI

Jakarta, Hotfokus.com Pertamina Drilling memperluas kesiapan untuk mendukung eksplorasi migas nonkonvensional (MNK)...