Paris, hotfokus.com
Indonesia dan Jepang sepakat mengembangkan transisi energi dan industri hijau untuk memperkuat posisi sebagai rantai pasok global.
“Indonesia berkomitmen penuh mempercepat prioritas pembangunan nasional melalui adopsi teknologi tinggi dan investasi berkelanjutan dari Jepang,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, di sela kunjungannya di Prancis sebagaimana dilansir Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan kedua negara memperkuat komitmen untuk memacu pembangunan ekonomi berkelanjutan, mulai dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), penguatan industri perkapalan, pemanfaatan energi bersih hingga percepatan integrasi Indonesia ke dalam organisasi ekonomi global.
Karenanya kerjasama ini tak hanya berfokus pada transfer teknologi, tapi juga meningkatkan kualitas sumber daya mineral (SDM) melalui program magang dan studi di berbagai perusahaan global Jepang.
Kerjasama tersebut juga menekankan pentingnya respons bersama mengenai tantangan perdagangan global, terutama terkait isu kelebihan kapasitas (overcapacity) baja dunia. “Tantangan proteksionisme global saat ini memerlukan sinergi yang solid antara negara yang memiliki kesamaan pandangan (like-minded countries),” jelas menko.
Indonesia dan Jepang sepakat untuk terus mengedepankan tatanan ekonomi internasional yang berbasis aturan (rules-based order) demi menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi kedua negara dari dampak negatif tarif perdagangan sepihak.
Kerjasama tersebut akan memberi manfaat konkret bagi kedua negara dengan membawa keuntungan timbal balik yang besar bagi kedua negara, yakni transformasi industri masa depan.

Indonesia mengajak pabrikan otomotif Jepang untuk secara aktif membangun ekosistem EV yang terintegrasi berbasis industri baterai nikel di dalam negeri. Bagi Indonesia, kerjasama ini akan menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah industri. “Sementara bagi Jepang akan membuka akses rantai pasok hilirisasi yang efisien dan kompetitif,” katanya. (bi)
Leave a comment