Home Uncategorized Said Didu Bongkar Fakta Swasembada Pangan, Sebut Petani Kini Mulai Happy di Era Mentan Amran
Uncategorized

Said Didu Bongkar Fakta Swasembada Pangan, Sebut Petani Kini Mulai Happy di Era Mentan Amran

Share
Said Didu menilai swasembada pangan Indonesia mulai nyata, petani disebut makin merasakan dampak kebijakan pemerintah.
Share

Jakarta, hotfokus.com

Pengamat kebijakan publik sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menegaskan kondisi swasembada pangan Indonesia saat ini semakin nyata dan tidak layak diragukan.

Menurut Said Didu, berbagai pembenahan sektor pangan yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil konkret, terutama di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

“Jangan meragukan bahwa kita sudah swasembada pangan. Faktanya memang kita sedang menuju kondisi yang kuat dan nyata. Petani sekarang happy karena hasil dan perhatian pemerintah mulai dirasakan,” ujar Said Didu, Rabu (13/5/2026).

Ia menilai kemandirian pangan nasional hanya bisa tercapai melalui dua langkah utama, yakni memberantas mafia pangan dan meningkatkan harkat sektor pertanian. Menurutnya, dua agenda besar tersebut kini mulai dijalankan secara serius.

“Saya hormat betul. Kemandirian pangan intinya ada dua, yaitu hentikan mafia pangan dan naikkan harkat serta martabat pertanian. Dan itu sedang berlangsung sekarang dilakukan oleh Mentan Amran,” katanya.

Said Didu juga menyoroti perdebatan soal istilah swasembada pangan yang selama ini dinilai terlalu berlebihan. Ia meminta publik melihat kondisi nyata di lapangan, terutama soal ketersediaan beras dan stabilitas harga pangan.

“Intinya sederhana, beras tersedia dan harga tetap terjangkau. Jangan habiskan energi pada perdebatan istilah, tetapi lihat substansi dan kondisi riil di lapangan,” ungkapnya.

Selain itu, ia menilai kebijakan satu data pangan menjadi langkah penting dalam memperbaiki tata kelola sektor pangan nasional. Selama bertahun-tahun, perbedaan data antar lembaga dinilai membuka ruang permainan mafia pangan.

“Dulu data sering berbeda-beda antar lembaga dan itu membuka ruang permainan mafia pangan. Sekarang mulai diluruskan melalui komando data satu. Ini langkah penting untuk menutup celah para pemain,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keberanian pemerintah dalam membenahi rantai distribusi pangan nasional. Menurutnya, pemberantasan mafia pangan menjadi fondasi utama menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. (SA/GIT)


Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
PHSS Andalkan Teknologi Fracturing, Produksi Minyak Bisa Tambah 500 BOPD
Uncategorized

PHSS Andalkan Teknologi Fracturing, Produksi Minyak Bisa Tambah 500 BOPD

Balikpapan, Hotfokus.com PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) terus mencari cara untuk...

Uncategorized

Pertamina Drilling Lebarkan Sayap ke Aljazair dan Irak

Jakarta, situsenergi.com Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) semakin agresif mencari peluang...

A380 Emirates Perdana di Soetta, Pertamina Layani Pengisian Avtur Berkapasitas Besar
PERTAMINAUncategorized

A380 Emirates Perdana di Soetta, Pertamina Layani Pengisian Avtur Berkapasitas Besar

Jakarta, hotfokus.com Pesawat Airbus A380 Emirates mencatat penerbangan perdana ke Bandara Internasional...

Pertamina Drilling Siapkan 58 Rig, Bidik Ekspansi Bisnis hingga Pasar Global
Uncategorized

Pertamina Drilling Siapkan 58 Rig, Bidik Ekspansi Bisnis hingga Pasar Global

Jakarta, hotfokus.com Pertamina Drilling Services Indonesia memperkuat bisnis jasa pengeboran dengan mengandalkan...