Jakarta, hotfokus.com
Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri merupakan momen penguatan ekonomi nasional, karena adanya perputaran ekonomi usaha mikro dan kecil (UMK).
Di bulan suci ini, permintaan terhadap produk industri dalam negeri, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap makanan dan minuman, tekstil serta pakaian jadi.
“Ramadhan selalu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan ekonomi masyarakat,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin), M. Rum saat membuka Bazar Ramadhan, Rabu (25/2/2026).
Dengan meningkatnya permintaan kebutuhan rumah tangga pada periode Ramadhan dan menjelang Idul Fitri ini, ia mengungkap bulan suci Ramadhan selalu membawa berkah tersendiri, baik terhadap industri nasional, juga ekonomi masyarakat termasuk usaha mikro dan kecil.
Karenanya dalam menghadapi lonjakan permintaan tersebut, Kemenperin memastikan sektor industri, khususnya produsen barang kebutuhan pokok, berada dalam kondisi siap.
Industri makanan dan minuman sepanjang 2025 mampu tumbuh 6,38 persen, didukung permintaan domestik dan ekspor. Subsektor ini juga memberi kontribusi signifikan 41,26 persen terhadap industri pengolahan non-migas dan 7,13 persen terhadap ekonomi nasional.

Demikian pula industri tekstil dan pakaian jadi pada tahun lalu juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 3,55 persen, dengan kontribusi 5,59 persen terhadap industri pengolahan non-migas. Kondisi ini mencerminkan industri dalam negeri memiliki daya saing dan kapasitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (bi)
Leave a comment