Home EKONOMI Ekspor Emas Penumpang Kini Kena Bea Keluar, Ini Aksi Bea Cukai Soetta di Hari Pertama
EKONOMI

Ekspor Emas Penumpang Kini Kena Bea Keluar, Ini Aksi Bea Cukai Soetta di Hari Pertama

Share
Aturan baru ekspor emas berlaku. Bea Cukai Soekarno-Hatta layani deklarasi dan bea keluar emas penumpang senilai hampir Rp696 juta.
Share

Jakarta, hotfokus.com

Aturan baru ekspor emas mulai terasa di bandara utama Indonesia. Bea Cukai Soekarno-Hatta langsung menjalankan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 80 Tahun 2025 yang mengatur bea keluar emas sejak berlaku efektif pada 23 Desember 2025.

Implementasi kebijakan ini terlihat pada Selasa (6/1/2026), saat petugas melayani deklarasi dan pembayaran bea keluar ekspor emas batangan yang dibawa penumpang pesawat udara. Seorang warga negara Amerika Serikat berinisial IMM mengekspor emas batangan (minted bar) dengan total berat 3.000 gram.

Rinciannya, emas tersebut terdiri dari 27 batang seberat 100 gram, empat batang 50 gram, dan empat batang 25 gram. Atas pembawaan itu, Bea Cukai menetapkan kewajiban bea keluar dengan nilai signifikan.

“Bea keluar yang dikenakan mencapai Rp695.951.000. Nilai ini dihitung dari tarif 10 persen untuk minted bar, dikalikan berat emas, harga patokan ekspor, dan nilai tukar yang berlaku,” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, Kamis (8/1/2026).

Menurut Budi, penumpang memenuhi kewajiban pembayaran sesuai ketentuan. Selain itu, petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta juga melakukan pemeriksaan ulang sebelum keberangkatan dan mengawal proses hingga pesawat lepas landas. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh prosedur berjalan tertib dan sesuai aturan.

“Bea Cukai hadir untuk memberikan pelayanan dan pendampingan agar masyarakat dapat melaksanakan kewajibannya dengan benar, khususnya dalam pembawaan emas ke luar negeri,” tegas Budi.

Penerapan PMK 80/2025 ini menandai babak baru pengawasan ekspor emas melalui barang bawaan penumpang. Bagi pelaku perjalanan internasional, kebijakan ini menjadi pengingat bahwa transparansi dan kepatuhan kini menjadi kunci utama saat membawa komoditas bernilai tinggi ke luar negeri. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Prancis Puji Ketahanan Pangan RI, Siap Perkuat Kerja Sama Modernisasi Pertanian
EKONOMINASIONAL

Prancis Puji Ketahanan Pangan RI, Siap Perkuat Kerja Sama Modernisasi Pertanian

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah Prancis menaruh perhatian besar pada perkembangan sektor pertanian di...

Jelang Ramadan & Idulfitri, Pemerintah Ingatkan Warga: Jangan Panic Buying Pangan
EKONOMI

Jelang Ramadan & Idulfitri, Pemerintah Ingatkan Warga: Jangan Panic Buying Pangan

Jakarta, Hotfokus.com Menjelang Ramadan dan Idulfitri, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap tenang...

Menperin: Konflik di Timteng Picu Naiknya Harga Energi serta Biaya Logistik
EKONOMI

Menperin: Konflik di Timteng Picu Naiknya Harga Energi serta Biaya Logistik

Jakarta, hotfokus.com Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengaku terus mencermati konflik...

SMEXPO Ramadan 2026: Pertamina Gaspol Dorong UMKM Naik Kelas hingga Tembus Pasar Global
EKONOMIPERTAMINA

SMEXPO Ramadan 2026: Pertamina Gaspol Dorong UMKM Naik Kelas hingga Tembus Pasar Global

Jakarta, Hotfokus.com PT Pertamina (Persero) kembali tancap gas mendukung penguatan UMKM lewat...