Home EKONOMI Bagaimana Kalau Anggaran Makan Siang Gratis Untuk Pelajar Dari Cukai Rokok?
EKONOMI

Bagaimana Kalau Anggaran Makan Siang Gratis Untuk Pelajar Dari Cukai Rokok?

Share
Share

Oleh : Salamuddin Daeng

Banyak kelompok sosial menuduh bahwa kebiasaan merokok menjadi penyebab dari kemiskinan atau kekurangan gizi pada kelompok sosial yang rentan di dalam masyarakat Indonesia. Walaupun tuduhan ini perlu dibuktikan melalui survey ilmiah, memang faktanya di Indonesia ada 70 juta orang merokok. Angka ini terus naik setiap tahun.

Dengan pasar rokok yang cukup besar ini, tentu menjanjikan bagi ekonomi dan pendapatan negara. Faktanya memang pendapatan negara dalam bentuk cukai rokok luar biasa besar. Setiap batang rokok dikenakan cukai rata rata 40%. Jika harga rokok per batang adalah 1000 rupiah maka setiap maka negara mendapatkan bagian 400 rupiah. Mantap benar.

Penerimaan negara dari cukai rokok sangat besar. Penerimaan negara yang disetorkan para perokok setiap tahunnya jauh melebihi pendapatan negara dari migas atau gabungan gabungan dana bagi hasil migas dan royalti sumber daya alam. Penerimaan negara dari cukai rokok bahkan hampir dua kali lipat penerimaan negara dari bagi hasil minyak dan gas

Mari kita lihat, realisasi penerimaan negara dari cukai rokok sepanjang 2023 turun 2,35% year-on-year (yoy) menjadi hanya Rp213,48 triliun dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kata Staf Khusus Menteri Keuangan, Candra Fajri Ananda. Walaupun turun tapi angkamya sangat besar.

Biar menarik, bandingkan dengan pendapatan negara dari bagi hasil migas. Sebagaimana dikatakan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyampaikan raihan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari Ditjen Migas mampu melebihi dari target yang dipatok pada tahun 2023 lalu realisasi PNBP Migas tercatat sebesar Rp117 triliun dari target Rp103,6 triliun.

Apakah penerimaan negara dari cukai rokok bisa lebih besar lagi, tentu saja. Karena masih banyak persoalan dalam rokok illegal. cukai palsu, masalah pendataan penjualan rokok yang masih belum bagus dan rawan manipulasi dari berbagai pihak. Jika ini terus diperbaiki, apalagi dengan era digitalisasi sekarang, penerimaan cukai rokok bisa dua kali lipat dari sekarang.

Lalu masalah terbesar yang sering dijadikan alat propaganda melarang merokok adalah rokok menyebabkan kemiskinan. Tuduhan ini bisa dibalik cukai rokok akan dialokasikan sepenuhnya bagi makan siang gratis untuk pelajar dan peningkatan gizi ibu hamil dan balita. Jadi uang yang setorkan oleh perokok dikembalikan sebagai bantuan sosial atau bansos secara otomatis ke masyarakat melalui program ini.

Ke depan kita tanam tembakau lebih banyak, karena tembakau tembakau terbaik tumbuh di Indonesia. Sejarah dunia moderen telah dimulai dari perdagangan tembakau Indonesia. Tembakau telah menjadi uang, sumber kekayaan dan kemakmuran bagi bangsa bangsa eropa yangemburu komoditas dari Indonesia. Dana hasil perdagangan tembakau untuk makan gratis bagi pelajar dan perbaikan gizi ibu hamil serta balita. Ok Gas! [•]

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Rehabilitasi Ekonomi di Sumatera Ditargetkan Tuntas Tahun 2028
EKONOMI

Rehabilitasi Ekonomi di Sumatera Ditargetkan Tuntas Tahun 2028

Jakarta, Hotfokus.com Kementerian UMKM komitmen penuh untuk memulihkan ekonomi masyarakat terdampak bencana...

Karhutla Kalimantan Makin Meluas, Pertamina Hulu Turunkan Pasukan Pemadam
EKONOMIPERTAMINA

Karhutla Kalimantan Makin Meluas, Pertamina Hulu Turunkan Pasukan Pemadam

Jakarta, Hotfokus.com Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memperkuat respons menghadapi kebakaran hutan dan...

EKONOMI

Rekening Nasabah Mandiri Diblokir, YLKI : Gerus Hak Konsumen

Jakarta, hotfokus.com Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti kasus pemblokiran rekening nasabah...

EKONOMI

Perkuat Produk Koperasi dan UMKM, Festival Mbois Digelar Di Stadion Tertua

Malang, hotfokus.com Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono membuka Festival Mbois 11 di...