Home EKONOMI Kemenperin Proyeksikan Industri Mamin Tumbuh 9 Persen
EKONOMINASIONAL

Kemenperin Proyeksikan Industri Mamin Tumbuh 9 Persen

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Kemenperin memproyeksikan industri makanan dan minuman dapat tumbuh di atas 9 persen pada 2019 karena mendapatkan tambahan investasi.

“Pemerintah akan terus menggenjot kinerja dan menarik investasi sektor industri berorientasi ekspor dan substistusi impor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat keterangannya diterima di Jakarta, Minggu.

Tahun ini, industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alas kaki siap untuk menanamkan modalnya total sebesar Rp79 triliun. Industri makanan dan minuman akan menggelontorkan investasi Rp63 triliun, naik 11 persen dari 2018.

Kemudian industri alas kaki dan TPT menyiapkan investasi masing-masing Rp2,8 triliun dan Rp14 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Pemerintah menjadikan subsektor industri padat karya tersebut sebagai motor pertumbuhan menufaktur serta penyumbang ekspor pengolahan nonmigas yang signifikan.

Pada 2018, ekspor nonmigas tercatat di angka 130 miliar dolar AS atau naik sebesar 3,98 persen dibanding 2017.

“Pada 2018, kontribusinya mencapai 72,25 persen. Selama ini memang industri menjadi penyumbang terbesar. Selain itu, artinya bahwa produk-produk industri manufaktur dalam negeri sudah banyak berbicara di level global,” paparnya.

Kemenperin juga mencatat, investasi di sektor industri manufaktur terus tumbuh signifikan.

Pada 2014, penanaman modal masuk sebesar Rp195,74 triliun, kemudian naik mencapai Rp222,3 triliun di 2018.

Peningkatan investasi ini mendongkrak penyerapan tenaga kerja hingga 18,25 juta orang di 2018, yang berkontribusi sebesar 14,72 persen terhadap total tenaga kerja nasional.

“Dari 2015 ke 2018, terjadi kenaikan 17,4 persen dan ini diperkirakan bisa menambah lagi penyerapan tenaga kerjanya di tahun 2019 seiring adanya realisasi investasi,” ungkap Menperin.

Kemenperin menargetkan, sepanjang 2019 pertumbuhan industri manufaktur dapat mencapai 5,4 persen.

Subsektor yang diperkirakan tumbuh tinggi, antara lain industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika.(ert)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Arab Saudi Larang Impor Unggas RI Mulai 1 Maret 2026, Ini Alasannya
EKONOMI

Arab Saudi Larang Impor Unggas RI Mulai 1 Maret 2026, Ini Alasannya

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah Arab Saudi resmi menghentikan impor unggas dan telur dari...

Sertipikat Elektronik Jadi Solusi Aman Saat Bencana, Ini Pengalaman Warga Aceh
NASIONAL

Sertipikat Elektronik Jadi Solusi Aman Saat Bencana, Ini Pengalaman Warga Aceh

Jakarta, Hotfokus.com Risiko bencana alam kerap membuat masyarakat khawatir, terutama terhadap keamanan...

Inflasi Ramadan 2026 Terkendali 0,68%, Pakar UI Soroti Ancaman Global
NASIONAL

Inflasi Ramadan 2026 Terkendali 0,68%, Pakar UI Soroti Ancaman Global

Jakarta, Hotfokus.com Inflasi pangan selama Ramadan 2026 tercatat 0,68 persen pada Februari....

Konsentrat Tembaga
NASIONAL

Dampak Aksi Ambil Untung, HPE Tembaga Jadi Buntung

Jakarta, hotfokus.com Dampak Aksi ambil untung berakibat Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat...