Kendal, hotfokus.com
Pertamina melalui Pertamina Foundation menghadirkan inovasi teknologi pirolisis multikondensor generasi terbaru, Faspol 5.0, di TPS3R Desa Mergorejo, Kecamatan Cempiring, Kabupaten Kendal. Kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi hasil riset sekaligus menawarkan solusi pemanfaatan sampah plastik bernilai rendah menjadi sumber energi alternatif.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menilai persoalan pengelolaan sampah di Indonesia masih membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, sebagian besar limbah masih berakhir di lingkungan sekitar dan belum dikelola secara optimal.
“Pengelolaan sampah di Indonesia menjadi tantangan serius karena 74 persen pengelolaannya masih berada di sawah-sawah, selokan, dan sungai-sungai sekitar masyarakat. Untuk itu, kita patut berbangga ada inovasi Faspol yang mampu mengolah sampah plastik low value menjadi bahan bakar minyak terbarukan,” ujarnya.
Ia berharap pemanfaatan Faspol 5.0 dapat membantu aktivitas pertanian di Desa Mergorejo melalui penyediaan energi yang lebih terjangkau, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

Teknologi tersebut dikembangkan oleh peneliti BRIN, Tri Martini Patria, yang menjadi pemenang PFsains 2025. Melalui proses pirolisis, limbah plastik low value dapat diolah menjadi Petasol sehingga mampu mengurangi penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir.
“Berkat program PFsains, kami mampu menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kemandirian energi lewat produksi minyak dari limbah dan menangani tumpukan sampah plastik low value,” kata Tri Martini.

Bersamaan dengan peluncuran Faspol 5.0, Pertamina Foundation juga membuka Kompetisi PFsains 2026 dengan tema Masyarakat Berdikari berbasis Ketahanan Pangan dan Energi melalui Inovasi Teknologi Berkelanjutan. Program ini ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, dan peneliti yang ingin menghadirkan inovasi teknologi dengan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)
Leave a comment