Home NASIONAL Presiden Usulkan KSAU Jadi Panglima TNI
NASIONAL

Presiden Usulkan KSAU Jadi Panglima TNI

Share
Share
JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi calon tunggal untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengantar surat presiden tentang pencalonan Hadi Tjahjanto itu kepada Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/12) pagi.
“Surat saya terima dan diserahkan langsung ke Plt Sekjen DPR, Ibu Damayanti, untuk kita proses. Kebetulan hari ini kita akan menyelenggarakan Rapim, nanti siang rencananya, diharapkan juga ada Bamus untuk membahas beberapa agenda termasuk untuk Prolegnas dan beberapa agenda lain,” tutur Fadli Zon kepada wartawan.
Dia mengatakan selanjutnya akan mengkoordinasikan surat dari presiden itu dengan pimpinan Komisi I serta fraksi-fraksi.
Lulus tahun 1986
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, lahir di Malang, Jawa Timur, pada 8 November 1963. Ia lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987.
Sebelum menjabat sebagai KSAU, Hadi Tjahjanto pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden 2015-2016, Irjen Kementerian Pertahanan (2016-2017). Selanjutnya, berdasarkan Keputusan Presiden, pada 18 Januari 2017 ia mendapat amanat jabatan sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU).
Hak prerogatif
Mengenai pemilihan KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI, Fadli Zon mengemukakan, hal itu adalah hak prerogatif presiden. Ketentuan dalam Undang-Undang hanya mengatur, calon Panglima TNI harus pernah menjadi Kepala Staf dan jenderal bintang 4 (empat).
“Jadi terserah pernah jadi KSAD, KSAU, KSAL, itu terserah prerogatifnya presiden,” kata Fadli.
Dia menjelaskan, mekanisme yang akan diterapkan sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni setiap surat dari Presiden akan dibacakan dalam Rapat Paripurna. Kemudian penugasannya akan diserahkan kepada Komisi terkait, dalam hal ini Komisi I.
“Selanjutnya Komisi I akan melakukan fit and propertest. Setelah selesai, jika disetujui maka bisa diambil keputusan dalam Rapat Paripurna. Kemudian diserahkan kembali kepada Presiden,” pungkasnya. (kn)
Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Nelayan dari KNMP Bentenge Ekspor Perdana 1 Ton Ikan Segar ke Arab

Jakarta, hotfokus.com Keren, nelayan dari Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bentenge, Kabupaten...

NASIONAL

Wamendag: Program B50 Tak akan Ganggu Ekspor Sawit ke Pakistan

Pakistan, hotfokus.com Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan...

NASIONAL

Waspada, Informasi Pendaftaran Program Bantuan Subsidi Upah 2026

Jakarta, hotfokus.com Masyarakat diingatkan tidak tergiur terhadap informasi palsu atau hoaks terkait...

RI Betot Potensi Transaksi Rp1,16 Triliun di CAEXPO 2025 di Tiongkok
NASIONAL

Rantai Pasok Distribusi JadiKunci Stabilitas Harga Pangan

Bandung, hotfokus.com Bencana alam yang meluluhlantakan sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh...