Home EKONOMI Pertumbuhan Kredit Perbankan Masih Melambat
EKONOMINASIONAL

Pertumbuhan Kredit Perbankan Masih Melambat

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Satu bulan jelang tutup tahun, pertumbuhan kredit perbankan masih belum mampu menembus double digit. Ekonom menduga, perlambatan kinerja kredit perbankan itu disebabkan terjadinya  peningkatan jumlah idle money di Bank.

Kepala Tim Ekonom PT Samuel Aset manajemen, Lana Soelistyaningsih mengatakan, selain terjadinya peningkatan idle money di bank, yang dalam artian komitmen pinjaman sudah diberikan oleh bank kepoada kreditur namun uangnya belum digunakan, kondisi perlambatan penyaluran kredit perbankan juga diakibatkan oleh pertumbuhan ekonomi yang saat ini angkanya masih stagnan.

“Terlihat juga dari kredit yang tidak disalurkan itu sekitar 30 persen meningkat dibanding tahun lalu, jadi kalau sudah dapat kredit katakan disepakati komit sekitar 100 juta, 30 persennya tidak dicairkan, akibatnya apa?, ketika bank sudah melakukan komitmen dengan debitur sebesar 100 juta, bank harus menyiapkan 100 juta untuk debitur tersebut, kalau tidak diambil 30 persen, bank ini kehilangan potensi uang tersebut yang seharusnya disalurkan ke orang lain ini tidak bisa disalurkan,” ujar Lana kepada ipotnews di kantornya, Jakarta, Senin (20/11)

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), realisasi penyaluran kredir perbankan nasional secara umum hingga September 2017 masih bertengger dibawah angka 10 persen. Padahal seperti diketahui, beberapa bank sebelumnya telah membuat kesepakatan dengan kreditur, untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur, namun demikian hingga saat ini belum seluruh pinjaman itu terserap lantaran proyek infrastruktur tersebut beberapa masih terhambat masalah pembebasan lahan.

“Sebenarnya kalangan perbankan sudah menargetkan, angka penyaluran kredit bisa menembus double digit yah, tapi agaknya sulit tercapai,” tuturnya.

Sementara itu Bank Indonesia sendiri menyebutkan, hingga September 2017, penyaluran kredit perbankan hanya tumbuh 7,5 persen atau melambat dibanding posisi tahun lalu yang mencapai 8,3 persen. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Pemerintah dorong hilirisasi lewat KEK Gresik. Investasi tembus USD6,1 miliar, sektor manufaktur jadi motor utama.
NASIONAL

KEK Gresik Makin Moncer, Pemerintah Gaspol Hilirisasi Lewat Pabrik Melamin

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah mempercepat penguatan hilirisasi industri untuk mendorong transformasi ekonomi nasional....

Ekonomi RI Tahan Guncangan Global, Airlangga: Konsumsi Kuat dan APBN Solid
EKONOMI

Ekonomi RI Tahan Guncangan Global, Airlangga: Konsumsi Kuat dan APBN Solid

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah optimistis kondisi ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah tekanan...

APCS 2026 Belawan jadi ajang promosi UMKM untuk menembus pasar global dan tingkatkan daya saing produk lokal.
EKONOMI

APCS 2026 Belawan Jadi Panggung UMKM, Produk Lokal Tembus Pasar Global

Jakarta, hotfokus.com Kementerian UMKM memanfaatkan ajang ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026...

NASIONAL

UU Perlindungan Konsumen Kurang ‘Bergigi’. Mendag: Perlu Direvisi

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah mengaku Undang-undang Perlindungan Konsumen (UUPK) No 8/1999 masih kurang...