Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina (Persero) terus mempercepat penguatan ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas, pengembangan sektor hilir, serta ekspansi bisnis energi rendah karbon. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga pasokan energi sekaligus mendukung agenda transisi energi.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menjelaskan perusahaan menerapkan strategi dual-growth dengan memperkuat bisnis inti di sektor migas sambil mengembangkan portofolio energi yang lebih ramah lingkungan.

“Pertamina melalui program dual-growth strategy, berupaya terus memperkuat bisnis yang sedang eksisting melalui peningkatkan produksi hulu serta meningkatkan kapasitas hilir,” ujar Oki saat menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar BPK di Jakarta, 29 Juli 2026.
Menurut Oki, arah pengembangan tersebut selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mendorong swasembada energi, hilirisasi industri, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Saat ini Pertamina menggarap 17 klaster Proyek Strategis Nasional (PSN) dan 10 proyek hilirisasi. Program tersebut meliputi pembangunan kilang, terminal BBM, pengembangan biofuel dan bioetanol, hingga proyek konversi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).
Di sektor operasional, Pertamina membukukan produksi hulu sekitar 1 juta barel setara minyak per hari (boepd). Perusahaan juga memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1 juta barel per hari, jaringan ritel lebih dari 15 ribu titik, serta infrastruktur pipa gas sepanjang sekitar 33 ribu kilometer.
Ke depan, Pertamina berencana memperkuat kapasitas penyimpanan BBM sekaligus mengembangkan bioetanol dan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.

“Selain itu di masa datang Pertamina juga terus berupaya memperkuat ketahanan storage BBM,” tutup Oki.(*)
Leave a comment