Home EKONOMI Pemerintah Perlu Waspadai Maskapai Penerbangan Cepat Berekspansi
EKONOMINASIONAL

Pemerintah Perlu Waspadai Maskapai Penerbangan Cepat Berekspansi

Share
Guru Besar Fakultas Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta Prof Faisal Santiago
Guru Besar Fakultas Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta Prof Faisal Santiago
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Guru Besar Fakultas Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta Prof Faisal Santiago meminta pemerintah perlu lebih mewaspadai maskapai penerbangan yang terlihat cepat melakukan ekspansi usaha.

Usai berbicara dalam diskusi bertajuk “Menggugat Tanggung Jawab Pemerintah dan Lion akibat Jatuhnya Lion Air JT 610” di Jakarta, Rabu, Faisal menjelaskan, pengembangan usaha dari sisi bisnis tentu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara, tetapi di balik sisi bisnis, pemerintah sebagai regulator perlu memeriksa kesiapan perusahaan penerbangan tersebut dalam menjamin keselamatan penumpang.

“Misalnya, Lion Air sempat membuat perjanjian pembelian ratusan pesawat, tetapi di balik itu pemerintah cq Kementerian Perhubungan sebagai regulator perlu memeriksa kesiapan mereka, khususnya terhadap aspek keselamatan seperti maintenance (perawatan), kesiapan kru,” terang Faisal saat ditemui usai diskusi yang digelar Lembaga Studi Hukum Indonesia, di Universitas Atma Jaya, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, pemerintah memang telah membuat regulasi yang cukup terpadu terkait penerbangan. Namun masalahnya, Faisal menyebut, implementasi aturan dan pengawasan dari otoritas terkait yang kurang optimal.

Alhasil, insiden yang berkaitan dengan kesalahan teknis instrumen/mesin ataupun dari manusia-nya (human error) beberapa kali terjadi dalam dunia penerbangan di Indonesia.

Menurut Faisal, akar masalah dari insiden Lion Air PK LQP dan kasus serupa, khususnya dari sisi hukum, diantaranya kurangnya konsistensi operator penerbangan dalam menjalankan aturan yang ditetapkan pemerintah sebaga regulator.

Dalam kesempatan terpisah, kepala staf TNI Angkatan Udara 2002-2005 Marksel (Purn) Chappy Hakim, menjelaskan bahwa pemerintah hingga saat ini belum dapat mengambil sikap atau membuat kebijakan terkait jatuhnya pesawat Lion Air PK LQP, walaupun Komite Nasional Keselamatan Transportasi telah melansir laporan awal terkait insiden tersebut.

“Pemerintah tetap harus menunggu KNKT mengeluarkan laporan lengkapnya,” sebut Chappy saat ditemui usai diskusi.

Sebelumnya insiden jatuhnya pesawat kembali terjadi dan menimpa Lion Air nomor registrasi PK LQP/nomor penerbangan JT 610 di Tanjung Pakis, Karawang,(ert)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Konsentrat Tembaga
NASIONAL

Dampak Aksi Ambil Untung, HPE Tembaga Jadi Buntung

Jakarta, hotfokus.com Dampak Aksi ambil untung berakibat Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat...

Puskepi Minta Direksi Pelindo Cari Solusi Agar Tol JTCC Ramai Digunakan Angkutan Logistik
NASIONAL

Puskepi Minta Direksi Pelindo Cari Solusi Agar Tol JTCC Ramai Digunakan Angkutan Logistik

Jakarta,hotfokus.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria, meminta Direksi PT Pelabuhan...

Menteri UMKM Maman Abdurrahman sebut impor jadi ancaman utama UMKM. Target KUR Rp295 triliun dinilai belum cukup tanpa perlindungan pasar domestik.
EKONOMI

UMKM Tertekan Impor, Bukan Faktor Akses KUR

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp295 triliun pada...

Menaker Minta Pekerja atau Buruh Manfaatkan Program BP Tapera
NASIONAL

Menaker Minta Pekerja atau Buruh Manfaatkan Program BP Tapera

Jakarta, hotfokus.com Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, meminta para pekerja atau buruh mengoptimalkan...