Home EKONOMI Pemerintah Akan Pangkas Rantai Distribusi Pupuk
EKONOMI

Pemerintah Akan Pangkas Rantai Distribusi Pupuk

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Pemerintah akan memangkas rantai distribusi pupuk, karena selama ini dinilai terlalu panjang.

“Selama ini panjang. Sudah disepakati, nanti Perpres-nya itu yang diputus Kementan, Kementan langsung ke Pupuk Indonesia, Pupuk Indonesia langsung ke Gapoktan, pengecer, atau distribusi, sehingga rantai distribusi menjadi sangat pendek,” kata Menko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), usai Ratas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana dikutip dari laman Setkab, Jumat (29/11/2024).

Zulhas memperkirakan produksi pangan pada tahun depan akan mencapai 32 juta ton, sehingga akan menekan angka impor.

“Tahun depan, mudah-mudahan tidak sebanyak tahun 2024. atau Syukur-syukur, Pak Mentan ini kerja keras luar biasa. Tahun depan mudah-mudahan engga ada impornya. Tapi kalau impor pun sedikit,” jelasnya.

Zulhas mengaku stok beras pada akhir Desember 2024 akan tercatat angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Bulog mengamankan hampir dua juta ton beras dan stok di masyarakat mencapai lebih dari enam juta ton.

Terkait status Bulog, Menko Pangan mengatakan pemerintah akan mulai membahas transformasi lembaga Bulog. Diharapkandengan adanya transformasi kelembagaan, Bulog dapat lebih efisien dalam menjalankan peran pentingnya dalam ketahanan pangan nasional.

Menyangkut swasembada pangan, Zulhas mengatakan akan sangat tergantung kepada Bulog. “Beli gabah dan beli jagung dan lain-lain, gitu ya. Kalau Bulog-nya lancar membeli, lancar,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, menko juga Menko Zulhas juga menyampaikan pemerintah akan terus fokus pada peningkatan kualitas penyuluh dan infrastruktur irigasi.

Selain itu, pemerintah juga akan membahas solusi untuk memperbaiki irigasi di beberapa daerah yang masih belum sempurna, agar distribusi air dapat lebih merata dan mendukung pertanian.

Dengan berbagai langkah ini, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan pada impor, serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
EKONOMI

Koperasi Bakal Terlibat Dalam Perdagangan Karbon, Dua Institusi Teken MoU

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH...

EKONOMI

Dukung Program Hilirisasi Sawit, LPDB Siap Berikan Pembiayaan Ke Koperasi

Musi Banyuasin, hotfokus.com Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan kesiapan penuh...

Kabar Baik, Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Mulai September 2026
EKONOMI

Kabar Baik, Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Mulai September 2026

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah resmi menurunkan suku bunga pinjaman Program Membina Ekonomi Keluarga...

EKONOMI

NIB dan NOP Bakal Terintegrasi, Pemerintah Bidik PAD PBB Naik

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah menyepakati integrasi Nomor Induk Bidang (NIB) dengan Nomor Objek...