Home NASIONAL Padat Karya Tunai Mengubah Desa Kumuh Menjadi Desa Wisata
NASIONAL

Padat Karya Tunai Mengubah Desa Kumuh Menjadi Desa Wisata

Share
Share

SUKABUMI — Lokasi Padat Karya Tunai kedua yang dikunjungi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya ke Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4) adalah proyek pembangunan embung di Desa Citarik, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi.

Presiden menuju lokasi padat karya mengendarai motor Chopper-nya didampingi Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan para bikers. Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo menyambut kedatangan Presiden dan mendampingi saat peninjauan ke embung.

Pembangunan embung dan tembok penahan tanah sepanjang 92 meter tersebut menggunakan anggaran dana desa tahun 2018 tahap I sebesar Rp51.237.750.

Sesuai musyawarah warga, pembangunan dikerjakan secara padat karya tunai (PKT) dengan total upah tenaga kerja sebesar Rp18.265.000. Target pengerjaan pun dilakukan selama 25 hari kerja.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, mengapresiasi kreativitas warga di Desa Citarik yang mengubah tempat pembuangan sampah menjadi ekowisata.

“Desa Citarik ini sebelumnya daerah kumuh, banyak sampah, jorok dan bau. Dibantu dari dana desa untuk biaya operasional, kemudian dibikin embung untuk resapan air,” ujarnya usai mendampingi Presiden meninjau program padat karya tunai di Desa Citarik.

“Saat ini lagi dalam proses (pembangunan tembok penahan tanah). Ada 110 pekerja yang dibayar Rp80.000 per hari untuk pembantu tukang dan Rp100.000 untuk tukang. Mereka dari warga sekitar. Jadi ini bagian dari padat karya tunai,” tambahnya.

Selain itu, dana desa juga dimanfaatkan untuk pembangunan pondok wisata sebanyak 6 unit dengan anggaran Rp89.060.000. Pembangunan tersebut juga dilakukan dengan skema PKT. Besaran alokasi upah tenaga kerja yakni Rp28.299.000 dengan waktu pengerjaan selama 25 hari kerja.
“Mudah-mudahan dengan ini bisa mengubah daerah kumuh dan bau menjadi destinasi wisata. Sampah dikelola memberikan nilai ekonomi untuk masyarakat,” ujar Menteri Eko. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Siap-Siap! Cukai Minuman Manis Dibidik Mulai 2027, Negara Incar Rp1,7 Triliun

Jakarta, Hotfokus.com Minuman manis dalam kemasan berpotensi menghadapi pungutan baru mulai tahun...

Realisasi investasi semester I 2026 menurut BKPM mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1,448 juta tenaga kerja
NASIONAL

Investasi Rp1.010 Triliun Buka 1,44 Juta Lapangan Kerja, Ini Sumbernya!

Jakarta, Hotfokus.com Investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai...

Menperin: Industri Harus Tumbuh di Atas 20 Persen
NASIONAL

Menperin: Industri HarusTumbuh di Atas 20 Persen

Jakarta, hotfokus.com Pertumbuhan industri harus di atas 20 persen atau lebih tinggi...

P2MI Jajaki Peluang Kerjadi Bandara Internasional Berbagai Negara
NASIONAL

P2MI Jajaki Peluang Kerjadi Bandara Internasional Berbagai Negara

Tangerang, hotfokus.com Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) jajaki peluang untuk mengisi...