Home NASIONAL Menko Polhukam : Bela Negara Kerja Sama Segenap Bangsa
NASIONAL

Menko Polhukam : Bela Negara Kerja Sama Segenap Bangsa

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan mengadakan upacara memperingati Hari Bela Negara di Kantor Kemenko Polhukam, Rabu (19/12).

Upacara yang diinspekturi oleh Deputi Bidang Koordinasi, Informasi dan Aparatur Marsda TNI Rus Nurhadi Sutedjo diikuti oleh seluruh pejabat Eselon I, Eselon II, Eselon  III, Eselon IV, dan pegawai di lingkungan Kemenko Polhukam.

Dalam sambutannya membacakan amanat Menko Polhukam, Rus mengatakan bahwa Bela Negara merupakan kerjasama segenap elemen bangsa dan negara, bukan hanya pemerintah, apalagi sekedar nomenklatur program instansi atau satuan kerja tertentu saja.

Dikatakan bahwa Bela Negara merupakan wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat, baik dari dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda, tokoh agama, dan seluruh elemen bangsa pada bidang profesi masing-masing.

“Bela Negara tidak dapat hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata, namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi. Segenap aparatur negara, baik sipil maupun militer, yang tengah berjuang melakukan tugasnya di pelosok Tanah Air sesungguhnya sedang melakukan Bela Negara. Merekalah yang telah membuat Republik ini bisa tetap eksis untuk hadir melayani rakyatnya,” kata Rus di depan seluruh peserta upacara.

Untuk mewadahi hal tersebut, pada bulan September lalu telah diterbitkan Inpres Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018 – 2019. Inpres ini menggenapi perwujudan amanat Bela Negara dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan tentang pertahanan negara.

Selain itu, Inpres 7/2018 tersebut juga mewujudkan Bela Negara sebagai Hak Asasi Manusia Bangsa Indoesia sesuai Pasal 68 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) yang mengamanatkan agar segenap bangsa Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap dapat memberikan sumbangsihnya dalam Bela Negara.

“Di dalamnya tercermin keluasan konteks Bela  Negara yang semakin relevan dengan ragam tantangan dan kecepatan perubahan dunia,” kata Rus.

Sebagai contoh, di tengah banyaknya tantangan yang melintas batas ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan nasional, bangsa lain telah semakin jauh memasuki era robotik. Menghadapi era dimana ratusan ribu jenis pekerjaan manual akan digantikan oleh teknologi-teknologi disruptif, pemerintah pun sudah memulai langkah dengan merampungkan Road Map Industri 4.0.

“Saya tegaskan bahwa Road Map ini bukan untuk gagah-gagahan. Road Map ini dapat dianggap sebagai manifestasi Bela Negara. Road Map ini mengakselerasi kesiapan rakyat menghadapi era robotik,” kata Rus.

Oleh karena itu, dirinya melanjutkan bahwa wujud Bela Negara di tengah teknologi disruptif bukanlah larut dalam disruption dan tenggelam dalam teknologi disruptif. Justru bangsa kita harus sekuat tenaga mempertahankan makna pembangunan berkelanjutan baik dalam konteks sosial maupun alamiah.

Dalam konteks sosial, kemampuan generasi milenial mengantisipasi kecepatan perubahan dunia tidak boleh terlepas dari pondasi budaya, kearifan lokal, dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa.  Sedangkan dalam konteks alamiah, penghargaan bangsa kita terhadap kelestarian lingkungan adalah wujud Bela Negara yang sangat penting.

“Kesadaran Bela Negara, Nilai-Nilai Luhur Bangsa, kearifan lokal, dan keaslian lingkungan hidup kita jelas tidak mungkin diserahkan kepada kecerdasan buatan yang sangat tergantung ketersediaan alat, koneksi jaringan, dan listrik. Semuanya harus ditanamkan dalam jiwa dan raga segenap Bangsa Indonesia sejak dini; antara lain melalui kewajiban mengikuti pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Aksi Nasional Bela Negara di berbagai bidang,” kata  Rus. (Fyan)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Menperin Minta Industri Gunakan Mata Uang Lokal Pada Transaksi Ekspor

Jakarta, hotfokus.com Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, meminta kalangan industri menggunakan...

BI menaikkan suku bunga menjadi 5,50 persen. Pengamat menilai langkah ini penting menjaga rupiah dan mengendalikan inflasi.
NASIONAL

BI Tiba-Tiba Naikkan Suku Bunga Lagi, Kenapa?

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan memutuskan menaikkan suku bunga acuan...

DSI Jadi Gerbang Tunggal Ekspor SDA, Pemerintah Pastikan Transparan dan Tak Ganggu Kontrak Lama
NASIONAL

DSI Jadi Gerbang Tunggal Ekspor SDA, Pemerintah Pastikan Transparan dan Tak Ganggu Kontrak Lama

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah memastikan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI akan...

Kementan dan Pemkab Pekalongan mempercepat tanam tebu untuk mendukung swasembada gula nasional pada 2026.
NASIONAL

Percepatan Tanam Tebu Digenjot, Pekalongan Kejar Target 234 Hektare untuk Dukung Swasembada Gula

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan mempercepat upaya swasembada gula...