Home EKONOMI Menkeu: Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh Tanpa Bahayakan APBN
EKONOMI

Menkeu: Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh Tanpa Bahayakan APBN

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Pemerintah akan memberi suntikan berupa stimulus ekonomi agar perekonomian tetap tumbuh berkesinambungan, tanpa membahayakan APBN.

“Kita tetap jaga, pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3 persen. Ini dengan misi untuk menjaga ekonomi tetap bisa berekspansi di tengah tekanan global yang tinggi,” kata Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, dalam keterangannya Kamis (8/1/2026).

Menurut menteri, ini kebijakan real dari countercyclical yang sering dikatakannya selama ini.

Bendahara negara ini optimistis terhadap membaiknya pondasi dan menguatnya momentum pertumbuhan ekonomi.

Pada 2026, ia mengungkap defisit dapat ditekan ke level yang lebih rendah dengan dampak pertumbuhan ekonomi lebih besar ke masyarakat dibanding tahun lalu.

Karena itu, Purbaya menegaskan
akan mengoptimalkan peran APBN dan mesin pertumbuhan lain untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. APBN juga akan terus dioptimalkan peranannya sebagai shock absorber untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas perekonomian.

Mengenai realisasi APBN 2025, menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan realisasi sementara APBN 2025 menunjukkan kinerja yang solid.

Realisasi pendapatan negara sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari outlook laporan semester sebesar Rp2.865,5 triliun. Realisasi tersebut didukung penerimaan perpajakan Rp2.217,9 triliun atau 89 persen dari target sebesar Rp2.387,3 triliun dengan penerimaan pajak Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target.

Sementara itu, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp534,1 triliun atau 104,0 persen dari target Rp477,2 triliun, serta penerimaan hibah Rp4,3 triliun atau 733,3 persen dari target Rp1 triliun.

Sementara itu, belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari outlook laporan semester sebesar Rp3.527,5 triliun. Secara lebih rinci, belanja pemerintah pusat mencapai Rp2.602,3 triliun yang terdiri dari belanja kementerian dan lembaga Rp1.500,4 triliun dan belanja non-K/L Rp1.102 triliun. Sementara, transfer ke daerah telah disalurkan Rp849 triliun. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible
EKONOMI

Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible

Jakarta, hotfokus.com Ekspor rajungan sulit menembus pasar Amerika Serikat (AS), jika pelaku...

EKONOMI

Pundi Cadangan Devisa Kian Tebal 156,5 Miliar Dolar AS

Jakarta, hotfokus.com Pundi cadangan devisa (cadev) pemerintah akhir Desember 2025 makin tebal....

PPN DTP dorong pasar properti. Rumah123 catat permintaan hunian baru naik 16,8% sepanjang 2025.
EKONOMI

Marketplace Properti Ungkap Efek Nyata PPN DTP, Permintaan Naik Dua Digit

Jakarta, hotfokus.com Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) kembali membuktikan...

Aturan baru ekspor emas berlaku. Bea Cukai Soekarno-Hatta layani deklarasi dan bea keluar emas penumpang senilai hampir Rp696 juta.
EKONOMI

Ekspor Emas Penumpang Kini Kena Bea Keluar, Ini Aksi Bea Cukai Soetta di Hari Pertama

Jakarta, hotfokus.com Aturan baru ekspor emas mulai terasa di bandara utama Indonesia....