Home HUKUM Masyarakat Kena Tipu Medsos
HUKUMNASIONAL

Masyarakat Kena Tipu Medsos

Share
Share

JAKARTA — Media sosial seringkali digunakan untuk memprovokasi masyarakat agar ikut melakukan aksi terorisme.

“Banyak masyarakat kita yang tertipu, yang hanyut hanya dengan ajakan-ajakan yang palsu,” kata Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) R. Gautama Wiranegara mengemukakan, saat membuka Forum Tematik Bakohumas yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, di Hotel Best Western The Hive, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (5/12) siang.

Gautama memaparkan berbagai hasil riset terkait terorisme, di antaranya penelitian Saiful Mujani Research and Consulting tahun 2015 yang menyebutkan 4 persen usia produktif (22-25 tahun) setuju dengan Gerakan Terorisme ISIS. “Kenapa? Itu karena social media,” jelas Gautama.

Fakta-fakta ini, menurut Sestama BNPT itu, menunjukkan pentingnya rumusan rencana yang tepat untuk menanggulangi dan mengatasi terorisme di media sosial. Ia menyebutkan, BNPT juga menyadari bahwa penanganan terorisme tidak bisa dilakukan sendiri. Untuk itu, BNPT akan membentuk Satuan Tugas di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan melibatkan semua Kementerian/Lembaga (K/L) yang ada.

Harus Bersama

Ajakan untuk memerangi dan menanggulangi terorisme juga disampaikan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Niken Widiastuti.

“Masalah penanggulangan terorisme ini memang hal yang sangat penting sekali yang harus kita kerjakan bersama-sama, harus kita pikirkan bersama-sama,” kata Niken saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Niken juga menyampaikan upaya penanggulangan terorisme akan efektif dan efisien apabila melibatkan seluruh K/L. Untuk itu, ia mengajak K/L bersinergi dalam memanfaatkan seluruh saluran yang dimiliki untuk bisa membentengi generasi muda Indonesia, dari ideologi-ideologi yang radikal, dari tindakan-tindakan yang mengarah pada radikalisme, pembenaran terhadap radikalisme dan terorisme.

“Semua K/L mempunyai media sosial dan satgas medsos. Untuk itu, humas dapat berperan aktif dengan cepat merespons segala hal yang berkaitan dengan terorisme. Karena provokasi dan publikasi terkait terorisme banyak dilakukan di media sosial,” tutur Niken.

Acara ini menghadirkan empat narasumber yang berasal dari beragam instansi, antara lain Sekretaris Utama BNPT, R. Gautama Wiranegara, Deputi IV Kepala Staf Presiden Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Eko Sulistyo, Pakar Komunikasi dan Humas, Prof. Dr. Ibnu Hamad, M.Si, dan Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Humas, Bangbang Surono. Perwakilan Sekretariat Kabinet juga hadir dalam forum ini. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Desa Garda Terdepan Penyiapan dan Perlindungan Bagi Pekerja Migran

Jakarta, hotfokus.com Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan peran desa...

NASIONAL

KKP Dapat Jadi Katalisator Pengolah Produk Kelautan & Perikanan

Jakarta, hotfokus.com Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang...

Konsentrat Tembaga
NASIONAL

Permintaan Masih Tinggi, HPE Konsentrat Tembaga & Emas Naik Lagi

Jakarta, hotfokus.com Permintaan global terhadap produk pertambangan hingga kini masih tinggi, harga...

Hunian Sementara Dikebut, Ribuan Korban Banjir–Longsor Sumut Mulai Bernapas Lega
NASIONAL

Hunian Sementara Dikebut, Ribuan Korban Banjir–Longsor Sumut Mulai Bernapas Lega

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah pusat tancap gas mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor...