Jakarta, Hotfokus.com
Kementerian UMKM mendapat amanah untuk memastikan target penyaluran KUR di sektor produktif menjadi 65 persen, dari capaian 60 persen pada 2025. Target tersebut optimis tercapai karena realisasi hingga Juni 2026 mendekati sasaran.
“Data Juni 2026 menunjukkan sudah 63-64 persen, mudah-mudahan konsisten hingga akhir tahun,” ujar Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik usai menghadiri acara UMKM Insight di Smesco, Rabu (24/6/2026).
Ia menekankan tiga alasan mendasar fokus ke sektor produksi yaitu penciptaan lapangan kerja lebih luas, peningkatan nilai tambah bagi UMKM, serta penguatan ekonomi unggulan daerah.

“Dengan alokasi lebih besar ke sektor produksi, pendapatan ekonomi UMKM akan meningkat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi unggulan di tiap provinsi,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan program inkubasi kewirausahaan melalui kolaborasi dengan kampus dan lembaga inkubator untuk meningkatkan rasio kewirausahaan mencapai 10 juta.
Riza menilai langkah ini penting untuk melahirkan wirausaha baru yang kompetitif. “Mereka butuh akses pembiayaan, pasar, hingga sertifikasi. Inkubator hadir untuk merealisasikan ide-ide itu,” katanya.
Melalui platform SAP UMKM, program pendampingan dan inkubasi akan distandarisasi agar hasilnya optimal. Pemerintah berharap kombinasi penyaluran KUR produktif dan inkubasi wirausaha dapat meningkatkan rasio kewirausahaan nasional, sekaligus memperkuat daya saing UMKM. (DIN/GIT)
Leave a comment