Lanny Jaya, hotfokus.com
Komoditas kopi asal Distrik Tiom, Papua Pegunungan, kini menunjukkan lonjakan signifikan. Produk lokal ini mulai dikenal luas di pasar nasional setelah mendapatkan dukungan dari program pemberdayaan PLN (Persero).
Melalui pendampingan berkelanjutan, PLN UIW Papua dan Papua Barat mendorong perbaikan di seluruh rantai produksi, mulai dari teknik budidaya hingga proses pascapanen. Inovasi penting hadir lewat pembangunan dome pengering kopi, yang membantu petani menjaga kualitas biji tanpa bergantung pada kondisi cuaca.
Perubahan ini langsung memberikan dampak nyata. Proses pengeringan yang sebelumnya memakan waktu hingga satu bulan kini dipercepat menjadi dua pekan. Selain itu, potensi kerugian akibat gagal panen menurun, sementara mutu kopi meningkat dan harga jual ikut terdorong.

Ketua Kelompok Tani 1 Tiom, Moses Yigibalom, mengungkapkan bahwa program ini membawa perubahan besar bagi kehidupan petani. Ia menyebutkan, kestabilan kualitas membuat harga jual lebih baik sehingga pendapatan petani bisa meningkat hingga tiga kali lipat.
Dukungan tersebut juga mendapat respons positif dari Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo. Ia menilai kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat komoditas unggulan daerah sekaligus menjawab tantangan di sektor pascapanen.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) kini diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, PLN hadir tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Keberhasilan program ini turut mengantarkan PLN UIW Papua dan Papua Barat meraih penghargaan Platinum Alignment dalam Nusantara CSR Awards 2026. Dengan skor CEPI sebesar 2,76, setiap Rp1 yang disalurkan melalui TJSL mampu menghasilkan hampir tiga kali lipat nilai ekonomi bagi masyarakat.

General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan komitmen untuk menjaga keberlanjutan program agar terus memberikan manfaat jangka panjang dan memperkuat kemandirian ekonomi petani di Papua. (*)
Leave a comment