Jakarta, hotfokus.com
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggembleng kelompok masyarakat rentan agar mereka bisa menjadi wirausahawan. Karenanya harus dipastikan setiap program menumbuhkan wirausaha baru berjalan tepat sasaran dengan memanfaatkan data yang akurat dan terintegrasi.
“Sehingga nantinya melahirkan wirausahawan baru yang mampu mandiri, khususnya bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya Senin (27/4/2026).
Untuk itu, Agus mengungkap terus memperkuat berbagai program pembinaan, fasilitasi, dan pendampingan teknis guna meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dinamika pasar yang semakin kompetitif.
“Penguatan fokus terhadap aspek manajerial, pengembangan produk, serta perluasan akses pasar,” jelasnya.
Selain itu menjalin sinergi lintas kementerian untuk membangun ekosistem industri yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi, sekaligus menciptakan wirausaha baru.
Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menambahkan kegiatan Bimtek ini merupakan tahapan penting untuk memastikan keberlanjutan usaha para wirausaha baru.
“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tak hanya mampu memulai usaha, tapi juga mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan berdampak meningkatkan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.
Data Badan Pusat Statistik menyebutkan total industri di Indonesia sekitar 4,4 juta unit usaha, 99,79 persen diantaranya di industri kecil menengah.
Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini menyerap sekitar 65,52 persen dari total 20,26 juta tenaga kerja industri nasional. Selain itu, kontribusi IKM terhadap output industri mencapai 21,01 persen dan berkontribusi 3,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.

“Data tersebut menunjukkan sektor IKM merupakan tulang punggung industri nasional yang memiliki peran penting menciptakan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan,” kata Reni. (bi)
Leave a comment