Bandung, hotfokus.com
Kementerian Perdagangan bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) mengembangkan sistem metrologi untuk ekosistem ‘kuda besi’ atau kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Hingga 2029, proyek senilai 8 juta dolar AS ini diluncurkan melalui Kick-Off Meeting di Bandung, Jawa Barat.
“Ini merupakan bagian dari program kerja sama Official Development Assistance (ODA) antara Indonesia dan Pemerintah Korea Selatan (Korsel),” kata Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Moga Simatupang, dalam keterangannya Rabu (13/1/2026).
Disebutkan, proyek ini untuk memperkuat sistem metrologi legal pengisi daya kendaraan listrik atau electric vehicle supply equipment (EVSE) di Indonesia.
Proyek ini meliputi penyediaan peralatan uji laboratorium EVSE, pendirian laboratorium pengujian pengisi daya EV, meningkatkan kompetensi SDM metrologi legal serta pendampingan penyusunan dan implementasi sistem dan regulasi terkait EVSE.
Moga mengaku kerjasama ini merupakan momentum penting dan langkah strategis pemerintah menjamin keakuratan pengukuran, perlindungan konsumen serta kepatuhan terhadap ketentuan metrologi legal seiring pesatnya perkembangan EV di Indonesia.
Saat ini, jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia sekitar 4.500 unit. Diproyeksikan meningkat hingga sekitar 9.000 unit pada akhir 2026.

Pertumbuhan yang signifikan ini menegaskan pentingnya penerapan layanan pengujian serta tera dan tera ulang terhadap pengisi daya kendaraan listrik. “Ini untuk menjamin praktik perdagangan yang adil sekaligus memberikan perlindungan optimal pada konsumen,” kata Moga. (bi)
Leave a comment