Home EKONOMI Kadin: Investasi Masuk Harus Berorientasi Ekspor dan Padat Karya
EKONOMINASIONAL

Kadin: Investasi Masuk Harus Berorientasi Ekspor dan Padat Karya

Share
Share
Jakarta, Hotfokus.com
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap investasi yang masuk ke Indonesia merupakan investasi yang berorientasi ekspor dan bersifat padat karya.
“Investasi yang kita coba masuk diharapkan merupakan investasi yang mempunyai dampak yang bersifat padat karya dan berorientasi ekspor. Itu yang diharapkan,” ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta, Selasa (16/7).
Rosan menjelaskan bahwa investasi masuk yang diinginkan adalah penciptaan lapangan pekerjaan mengingat pekerjaan rumah kita yang utama adalah bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan.
Investasi memang harus ditingkatkan semaksimal mungkin karena investasi berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 33 persen sampai dengan 35 persen yang berasal dari investasi.
Rosan juga mendorong semua pemangku kepentingan melakukan reformasi dalam segala bidang agar tidak tertinggal dalam mengejar peluang investasi, mengingat negara-negara lain terus melakukan reformasi dalam hal perizinan, koordinasi, dan juga dalam perpajakan.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengatakan pada visi dan misinya dimana salah satunya akan mengundang investasi yang seluas-luasnya sebagai kunci dari membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya.
Demi tercapainya tujuan ini, Jokowi mengatakan segala penghambat investasi harus dipangkas, baik proses perizinan yang lambat, berbelit-belit, terlebih yang mensyaratkan pungutan liar (pungli).
Presiden pun tidak akan segan-segan untuk menghajar pungli tersebut agar tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi yang merupakan kunci untuk membuka lapangan kerja yang luas.
Sementara itu Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menilai bahwa pidato yang disampaikan Presiden Jokowi semakin menegaskan bahwa pemerintahan selanjutnya akan memangkas regulasi hingga birokrasi yang menghambat investasi.
“Birokrasi dan regulasi rumit menjadi permasalahan klasik yang selama ini menggerogoti daya saing Indonesia,” pungkasnya.(ral)
Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Suroto Bantah KDKMP Jadi Penyebab Alfamart dan Indomaret Tutup
EKONOMI

Suroto Bantah KDKMP Jadi Penyebab Alfamart dan Indomaret Tutup

Jakarta, Hotfokus.com Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto, membantah isu yang...

NASIONAL

Bea Cukai dan BAIS TNI Bongkar Pita Cukai Palsu Rp570 Miliar, Puskepi: Presiden Harus Beri Perhatian Serius

Jakarta, hotfokus.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, mengapresiasi keberhasilan...

NASIONAL

Mainkan ‘Piring’ Rakyat, Pemerintah Bakal Sikat Mafia Pangan

Jakarta, hotfokus.com Ditengarai memainkan ‘isi piring’ rakyat, pemerintah bakal menertibkan dan menyikat...

Bea Cukai dan BAIS TNI bongkar sindikat pita cukai ilegal di Jepara-Semarang, selamatkan potensi kerugian negara Rp570 miliar.
NASIONAL

Bea Cukai Bongkar Sindikat Pita Cukai Ilegal, Negara Selamat dari Kerugian Rp570 Miliar

Jakarta, hotfokus.com Aksi sindikat pita cukai ilegal di Jawa Tengah akhirnya terbongkar....