Home EKONOMI Jokowi Sesalkan Pembicaraan Miring Soal Divestasi Freeport
EKONOMI

Jokowi Sesalkan Pembicaraan Miring Soal Divestasi Freeport

Share
Share
JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan pihak-pihak yang bicara miring tentang hasil kesepakatan divestasi 51%  saham untuk Indonesia dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Menurut Jokowi, kesepakatan itu merupakan hasil kerja keras pemerintah selama 3,5 tahun untuk memiliki mayoritas saham di perusahaan pertambangan itu.
 
Pihak-pihak itu, menurut Jokowi, menilai kesepakatan pengalihan atau divestasi 51 persen saham PTFI kepada Negara Indonesia melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) belum mengikat.
 
Untuk mencapai kesepakatan itu, sebelumnya dilakukan Head of Agreement (HoA) yang kemudian dilanjutkan dengan kesepakatan kedua, ketiga, dan seterusnya.
 
“Tapi kesepakatan itu perlu saya sampaikan ya, ini proses panjang hampir 3,5 tahun, hampir 4 tahun kita lakukan dan ini alot sekali. Kalau sudah bisa masuk ke head of agreement itu sudah sebuah kemajuan yang amat sangat,” kata Presiden kepada wartawan usai memberikan kuliah umum pada Angkatan ke-2 Pendidikan Bela Negara Partai Nasional Demokrat (Nasdem), di Gedung ABN Nasdem Pancoran, Jakarta.
 
“Kalau ada kemajuan seperti itu Alhamdulillah patut kita syukuri. Jangan malah sudah ada kemajuan seperti itu masih ada yang ‘ngomong‘ miring-miring,” lanjut Jokowi.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui holding industri pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum bersama Freeport-McMoran Inc. (FCX) dan Rio Tinto, telah melakukan penandatanganan Pokok-Pokok Perjanjian (Head of Agreement) terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke Inalum, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7/18) sore.
 
“Kepemilikan Inalum di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51% dari semula 9,36%,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers di Aula Mezzanine Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (12/7/18) sore.
 
Menurut Menkeu, dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar 3,85 miliar dollar AS untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia dan 100 persen saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36 persen saham PT Freeport Indonesia.
 
“Para pihak akan menyelesaikan jual beli ini sebelum akhir 2018,” ujar Menkeu. Sementara itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan menambahkan, dengan ditandatanganinya perjanjian ini maka keseluruhan kesepakatan dengan FCX yang meliputi divestasi 51 persen saham, perubahan dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertimbangan Khusus (IUPK) telah dapat diselesaikan termasuk komitmen pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian. (kn)
Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja
EKONOMI

Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja

Jakarta, hotfokus.com Sektor industri menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan...

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya
EKONOMI

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya

Jakarta, Hotfokus.com Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tengah menjadi sorotan...

EKONOMI

Perpres Ditandatangani, KDKMP Jadi Simpul Distribusi Barang Bersubsidi

Jakarta, Hotfokus.com Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor
EKONOMI

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah masih mengantisipasi ketidakpastian masalah terkait energi dan logistik akibat...